Mengenal Kuliner Aceh Mie Caluk

Mie Caluk sebagai bagian dari keberagaman kuliner Aceh
Avertise With Us

Satu lagi mie khas Aceh yang tidak boleh luput dari pandangan mata anda pecinta kuliner. ia adalah mie caluk. Kuliner ini pada dasarnya merupakan mie seperti pada umumnya. Terdiri dari pilihan mie disajikan bersama kuah yang merupakan semacam pasta (sambal) kacang. Hanya saja mie ini telah dimasak terlebih dahulu, kemudian dihidangkan didalam nampan untuk dijual.

cara penjual Mie caluk yang juga diselingi dengan menjual Pecal Aceh

Soal rasa juga tak kalah lezat. Untuk lidah kita orang Indonesia, mie caluk lebih bisa bikin lidah bergoyang ketimbang spaghetti. Silahkan dicoba buktikan, tidak akan kalah kalau mau adu enak atau lezat. Pasti kesimpulan semua akan sama; kalau ini adalah “spaghetti”nya orang timur. Nah, Penasaran kan bagaimana kuliner khas yang satu ini.

ADS | Iklan DI Sini

Ada tiga pilihan mie yang disajikan untuk penganan yang berasal dari Pidie Ini. Pertama mie lidi, direbus terlebih dahulu tanpa ada tambahan bumbu apa-apa. Mie langsung disajikan setelah masak dan ditambah pasta kacang. Mie lidi biasa anda dapatkan di jual di swalayan atau toko kelontong, jika penasaran mie lidi seperti apa tinggal cari aja ke kedai-ledai terdekat dan berkenalan.

Kemudian mie goreng, yang diluar Aceh dikenal dengan mie Aceh. Mie kuning yang merupakan bahan dasar mie Aceh memang telah digoreng sejak awal, sehingga mie caluk juga  termasuk masakan siap saji. Anda tidak perlu  menunggu untuk dimasak terlebih dahulu. Sama dengan mie sajian mie lidi tadi, tinggal disiram sambal kacang dan mie siap untuk disantap.

Ketiga adalah mie halus atau mie hun. Sama seperti mie aceh, yang satu ini juga dimasak dengan cara digoreng terlebih dahulu (bihun goreng). Disajikan juga dengan sambal kacang yang akan membuat cita rasannya terkesan terus di indera.

Bisa langsung ditebak pasta kacang menjadi kunci dari cita rasa mie caluk. Sambal yang paling biasa digunakan ialah kacang tanah, untuk yang paten mereknya mie caluk Grong-Grong  juga menempatkan kacang merah dalam sambalnya sebagai ciri khas.

Baca juga : Sambal Kacang Mie Caluk yang Adiktif

Mie caluk mendapat tempat tersendiri dalam kalangan pecinta kuliner mie di Aceh. Itu merupakan jajanan pinggir jalan. Kebanyakan di jual oleh emak-emak atau anak gadis dalam rak-rak atau gerobak pedangan kaki lima, dipajang dalam rak-rak kaca. Semua sudah dalam kondisi siap saji, alias siap santap.

Mie tinggal di caluk (diambil langsung dengan sendok) untuk dihidangkan dalam piring atau dibungkus daun pisang. Begitulah cara berjualan mie caluk di Aceh. Karena prosesnya tidak lagi dimasak (tepatnya sudah masak) alias langsung comot (caluk) makanya disebut mie caluk.

ADS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here