Alumni Pesantren Dayah Aceh Juara Kompetisi Teknologi Tingkat Nasional

Penullis : Tri. Editor : Agus

Avertise With Us

ACEHAKTUAL. COM | Banda Aceh : Seorang pengusaha muda asal Banda Aceh, Tri Wahyudi membuat aplikasi berbasis syariah berbasis android, bernama“Muslim Life”yang betujuan melayani kebutuhan “edukasi dan ibadah” bagi warga muslim .

Baru-baru ini, aplikasi buatan alumnus Dayah Darul Muta’allimin Langsa tersebut menjadi juara pertama pada kategori teknologi dalam Derap Ekrafpreneur Hasanah Mulia (Deureuham) 2018. Pengumuman pemenang Kompetisi Usaha Tingkat Nasional yang digelar Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah itu dilakukan di Jakarta(13/6/2018). Penghargaan terhadap prestasi tersebut diberikan langsung oleh Dirut Bank BNI Syariah bapak Abdullah Firman Wibowo dan Kepala Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif ) bapak Triawan Munaf.

ADS | Iklan DI Sini

“Muslim Life berisi berbagai fitur pembelajaran bahasa Arab berbasis android, yang akan terus saya kembangkan lagi dengan tambahan fitur Life tajwid, Life Ziswaf, Life ODOJ (One Day One Juz) , dan Life Umrah. Alhamdulillah, Muslim Life menjadi yang terbaik di ajang Deureuham 2018, sebuah kompetisi yang dibuat untuk mengembangkan sektor usaha berbasis syariah di Indonesia. Prestasi ini saya persembahkan kepada pesantren dan dayah di Aceh, dan semoga bermanfaat bagi pengembangan syariat islam di Aceh” ujar Founder Muslim Life, Tri Wahyudi kepada redaksi, Rabu (18/7/2018).

Menurutnya, lulusan pesantren dan dayah memiliki peluang yang sama dalam dunia teknologi, selama fokus dan terus meningkatkan kemampuan. Apalagi, saat ini kota seperti Banda Aceh telah memiliki infrastruktur digital yang bagus. Di sisi lain, beliau juga berharap kepada Pemerintah untuk terus memberi dukungan kepada para wirausaha muda kreatif berbasis digital di Banda Aceh. Hal ini perlu agar mereka bisa terus berkreasi dan mengembangkan ekonomi kreatif berbasis digital yang pada akhirnya akan memberi manfaat kepada perkembangan ekonomi.

“Secara pribadi, saya meyakini kalau pemuda banda aceh tidak kalah kemampuannya di banding daerah lain, oleh karena itu, dukungan dan apresiasi pemko banda aceh kepada para wirausaha muda kreatif , terlebih yang berhasil membawa nama baik banda aceh ke kancah nasional, perlu terus di tingkatkan, sehingga lebih banyak lagi pemuda banda aceh yang berkarya untuk kemajuan ekonomi digital di kota yang kita cintai ini”; ujar alumni Universitas Diponegoro (Undip) Semarang tersebut.

Tri Wahyudi merupakan satu dari 25 finalis nasional yang dipilih dari lima regional yaitu Surabaya (Jawa Timur), Makassar (Sulawesi Selatan), Jakarta, Palembang (Sumatera Selatan), dan Balikpapan (Kalimantan Timur). “Saya ikut melalui regional Sumatera yang seleksinya di Palembang,” jelas dia.

Selain Tri Wahyudi (Muslim Life) di tempat pertama kategori teknologi, peringkat II dan III masing-masing diraih Putri (Kosttoom) dan Senoyodha (Halal Lokal). Kepada semua juara mendapat hadiah paket umrah plus uang saku.

 

ADS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here