IDA Di Nilai Memperkeruh Suasana Demokrasi

Penulis : Fauzan

Avertise With Us

ACEHAKTUAL.COM | Banda Aceh : Sekretaris Relawan Sahabat Prabowo Sandi Aceh, Dedy T Zaymi, menilai wacana baca Al-Quran sebagai upaya memperkeruh pesta demokrasi. Minggu.(30/12/2018).

Menurut Dedy, tes baca Al-Quran tersebut sebagai upaya segelintir orang yang ingin menyeret-nyeret kontestasi pilpres ini ke isu-isu yang bernuansa SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).

ADS | Iklan DI Sini

Peryataan tim relawan Prabowo Sandi Aceh tersebut, menanggapi pernyataan  Ikatan Dai Aceh (IDA) yang mewacanakan

agar para kandidat Calon wakil presiden dan Wakil presiden di tes baca Al-Quran.

Menurut Dedy, Kelompok IDA ini sendiri tidak dikenal sebelumnya, namum tiba-tiba muncul dibeberapa media dan memasang spanduk-spanduk provokatif di beberapa sudut kota Banda Aceh. 

“Hal ini sangat tidak relevan dan cenderung membuat membuat gaduh pesta demokrasi yang mau kita hadirkan secara damai ini. ” tuturnya.

Dedy juga menduga Isu wajib baca Alquran ini, secara nasional digulirkan oleh sekelompok masyrakat terutama kubu Jokowi – Ma’ruf Amin, 

Namun dinilai, apa yang dilakukan oleh kelompok yang mengatasnamakan Ikatan Da’i Aceh ini, malah menambah keruh polemik poilitik identitas ditengah masyarakat.

Menurutnya, Masyarakat pemilih  telah cerdas dan mampu melihat serta menganalisa secara utuh para calon wakil rakyat dan calon presiden dan wakil presiden pilihan mereka.

“Tidak rujukan regulasi untuk melegitimasi tes tersebut, jadi IDA ini, hanya ingin mencari  sensasi di panggung politik,” ujarnya.

Dedy menyebutkan, Relawan Prabowo Sandy, bukan orang yang anti dengan test baca Al- Qur’an kepada calon pemimpin, tapi buat dulu aturanya, bukan memperpanjang isu dan polemik.

Dalam Undang-undang nomor 7 Tahun 2017, tentang Pemilu telah ditegaskan syarat terkait Capres dan Cawapres pada Pemilihan Presiden tahun 2019, Dan tidak ada aturan mengatur tentang wajib baca Al’Qur’an kepada pasangan Capres dan Cawapres

Sehingga upaya untuk mengundang  Capres- Cawapres dalam menguji membaca Alquran ini, menjadi bahasan diluar koridor hukum di Indonesia, yang mengatur aturan seseorang menjadi Capres dan Cawapres. 

“Untuk calon legislatif tinggkat DPD, DPR RI  asal Aceh saja, tidak ada tes baca Alquran dan kelompok ini tidak mempersoalkannya, kemana suara mereka.”demikian Dedy.

ADS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here