Mahasiswa Aceh Minta Kapolri dan Menkopolhukam Dicopot

Penulis : Agus

Avertise With Us

ACEHAKTUAL.COM | BANDA ACEH,- Sejumlah massa yang terdiri dari mahasiswa melakukan Aksi di Bundaran Tugu Simpang, Banda Aceh, Sabtu (25/5/2019). Massa yang merupakan gabungan dari KAMMI, BEM Unsyiah, PII, PDDA, APP, KAPMI, FSLDK RBI, GPS dibawh naungan Aliansi Masyarakat Aceh Cinta Damai.

Dalam orasi dan keterangan rilisnya ada beberapa sikap yang mereka sampaikan, terkait maraknya aksi represif yang dilakukan aparat dalam aksi 22 mei 2019. Menurut mereka sudah 8 orang meninggal dan 541 orang terluka.

ADS | Iklan DI Sini

Menurut mereka apa yang dilakukan oleh kepolisian sudah diluar batas kewajaran. Rakyat melakukan unjuk rasa hanya untuk mepertanyakan hasil pemilu 2019 yang menurut mereka penuh dengan kejanggalan. “apa yang dilakukan aparat kepolisian adalah suatu pelanggaran HAM. Tidak sepantasnya aparat kepolisian kepada rakyat”, sebut Agus Ismansyah Koordinaot Lapangan pada aksi tersebut.

Hal yang demikian itu jika dibiarkan terus menerus akan membuat amarah rakyat jadi terpicu. Oleh karena itu Aliansi Masyarakat Aceh Cinta Damai menilai Kapolri dan Menkopolhukan gagal dalam mengendalikan kebrutalan dan tindakan represif dilapangan.

Dalam Demo tersebut massa menyampaikan beberapa tuntutan. Pertama mendesak Presiden agar mencopot Kapolri, Jendral Polisi Tito Karnavian. Kedua Mencopot Menkopolhukan Wiranto dan menilainya sebagai orang yang paling bertanggungjawab atas semua kekerasan dan tindakan represif yang mengakibatkan hilangnya nyawa dan korban luka-luka.

Ketiga mendesak komnas HAM turun tangan dan melakukan investigasi secara konprehensif serta transparan atau dugaan pelanggaran HAM yang dilakuakan aparat dalam pengamanan aksi 22 mei 2019 di Jakarta. sedangkan yang keempat atau terakhir mereka menuntut agar DPR RI membentuk Tim Investigasi dan Pencari Fakta atas dugaan pelanggaran HAM guna menyelesaikan permasalahan tersebut.

ADS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here