Saat Sidak Mudik Lebaran, Ombudsman Temukan Sejumlah Kekurangan Infrastruktur

Penulis : Fauzan

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr. Taqwaddin , Senin (10/6/2019) melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) terhadap fasilitas dan pelayanan publik di sejumlah titik dalam rangka memantau arus balik lebaran Idul Fitri 1440 H
Avertise With Us

ACEHAKTUAL.COM I Banda Aceh : Ombudsman Republik Indonesia dan seluruh perwakilan menemukan sejumlah fasilitas dan pelayanani  publik saat libur lebaran idulfitri 1440 H.

Temuan tersebut terjadi saat Ombusdman Aceh melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) terhadap fasilitas dan pelayanan publik di sejumlah titik.

ADS | Iklan DI Sini

Pantauan Sidak Ombudsman Aceh kali ini diantaranya, Puskesmas, Pos Damkar, Pos Pengamanan Lebaran, dan Fasilitas Jalan Umum.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr. Taqwaddin yang didampingi oleh Ilyas Isti, Asisten Bidang Pencegahan kepada media Senin (10/6/2019) mengatakan, pihak nya Tim ini membentuk tiga tim agar pantauan tersebut maksimal.

Untuk mengcover beberapa Kabupaten/Kota di Aceh. Tim 1 melakukan pemantauan di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, Tim 2 memantau di Kabupaten Bireuen dan Kota Langsa, sedangkan Tim 3 di Aceh Jaya dan Aceh Selatan

“Tim dari Ombudsman Aceh sudah mulai melaksanakan Sidak sejak tanggal 3 Juni sampai dengan 9 Juni 2019.” sebut Taqwaddin.

Berdasarkan laporan dari tim lapangan Ombudsman Aceh, pelayanan yang diberikan oleh Pospam Lebaran sudah maksimal. Pada pos tersebut tersedia petugas dari berbagai unsur, baik dari TNI/Polri, Dishub, Satpol-PP, Damkar, Medis, dan Relawan RAPI.

Namun ada beberapa Pospam Lebaran yang petugas Damkar dan Medisnya tidak stay di pos, melainkan bertugas di Puskesmas dan Pos Damkar karena kekurangan personil untuk menetap di Pospam Lebaran. Akan tetapi pihak tersebut siaga 24 jam jika Pospam membutuhkan dan saling berkoordinasi.

“Iya, ada beberapa pos yang petugas Medis dan petugas Damkarnya tidak tersedia karena kekurangan personil, tapi mereka siap 24 jam ketika terjadi sesuatu, baik di jalan maupun di rumah-rumah masyarakat” sebutnya.

Adapun hal lain yang menjadi temuan pihak Ombudsman Aceh yaitu pada jalan dan jembatan. Ada beberapa jembatan yang sudah dibangun namun belum rampung, sehingga menimbulkan kemacetan sampai 5 kilometer, khususnya di wilayah Barat Selatan.

 Selanjutnya ada beberapa titik badan jalan yang tidak dilengkapi dengan pembatas, sehingga menimbulkan terjadinya kecelakaan, seperti di Gurutee, Aceh Jaya.

“Temuan tim dilapangan, ada beberapa jembatan di wilayah barat selatan yang belum rampung. Seharusnya proses pengerjaannya dipercepat mengingat mudik lebaran, sehingga tidak terjadi kemacetan parah yang membuat kekecewaan masyarakat.”ujarnya.

Juga kata Taqwaddin, badan jalan yang tidak dilengkapi dengan marka dan pembatas, khususnya pada daerah pegunungan, minimal harus ada pita kejut guna meminimalisir kecelakaan. Kita berharap ini menjadi perhatian serius dari pemerintah, baik pihak Balai Jalan Nasional, Pemerintah Aceh, dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

“Hal ini penting menjadi kepedulian kita semua guna menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas.” Demikian

ADS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here