Kehadiran ASN Aceh Besar Pasca Libur Idul Fitri Capai 95 Persen

Penulis : Fauzan

Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah OPD di jajaran Pemkab Aceh Besar, Senin (10/6/2019) : FOTO/HUMAS PEMKAB ACEH BESAR
Avertise With Us

ACEHAKTUAL. COM I Banda Aceh : Kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) dan honorer/kontrak di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar pasca libur hari Raya Idul Fitri 1440 H mencapai 95 persen dari jumlah ASN.

Hal tersebut terlihat saat inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Bupati Aceh Besar Ir Mawardi Ali didampingi Sekdakab Aceh Besar  Drs Iskandar MSi, para asisten bersama sejumlah pejabat terkait lainnya ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Aceh Besar, Senin (10/6/2019).

ADS | Iklan DI Sini

Sidak itu diawali dengan kedatangan Bupati bersama seluruh anggota tim ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Besar hingga sekretariat DPRK Aceh Besar serta berakhir di Dinas Pangan Aceh Besar.

Dalam Sidaknya para pegawai pun dibuat kelabakan, sebagian pegawai yang seharusnya  berada di kantor saat jam kerja, namun sudah berada di luar kantor dengan berbagai alasan. Hal ini ditemukan Mawardi Ali saat melakukan sidak ke kantor Bappeda.

Begitu juga di kantor Dinas Perhubungan, dimana banyak para pegawai yang tidak masuk dikarenakan dinas luar (DL), namun berdasarkan penjelasan dari Kepala Dinas Perhubungan Azhari AW SE, bahwa para pegawai yang DL itu memang bertugas di lapangan berada di berbagai pos pengamanan mudik Idul Fitri.

Kehadiran pegawai dalam ruang lingkup pemerintahan Kabupaten Aceh Besar mencapai 95%, selebihnya dikarenakan cuti hamil dan melahirkan, sakit dan ada yang tertimpa kemalangan sehingga tidak bisa hadir pada hari pertama kerja pasca Idul Fitri. ” Kehadiran pegawai mencapai 95% pada hari pertama ini,” ungkap Mawardi.

“Para ASN dan tenaga honirer yang tidak masuk kerja hari ini pertama, agar menghadap Sekda besok harinya dan mereka akan diberi teguran dan surat pernyataan dan juga akan dipotong tunjangan sampai 50 persen,” tegas Mawardi.

Hal ini sebagai wujud dan komitmen memberikan sanksi bagi aparatur yang belum maksimal melayani publik. “Kedisiplinan ini harus terus ditingkatkan lagi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ungkap Mawardi Ali.

ADS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here