Poligami dan Lansia

Opini : Fauzan Penulis adalah pendamping sosial lanjut usia; Ketua KAMMI Daerah Aceh Besar.

Fauzan, Pendamping Sosial Lanjut Usia; Ketua KAMMI Daerah Aceh Besar
Avertise With Us

ACEHAKTUAL.COM | Banda Aceh,- (08/07/2019).Beranda facebook Hari ini masih dipenuhi dengan Qanun poligami. Ada banyak yang Pro dan kontra. Kebanyakan yang upload Itu saya yakini bahwa mereka tidak punya niat. Jangankan poligami, mungkin ada yang satu istri saja belum punya.

Tapi yang menarik dari Qanun ini adalah bahwa pemerintah telah memposisikan diri sebagai alat untuk menegakkan agama dan risalah Tuhan. Islam telah lebih dulu dan jelas mengatur syarat dan ketentuan tentang pelegalan poligami ini. jadi bek panik (jangan panik.penj).

ADS | Iklan DI Sini

Selanjutnya saya berharap dan meminta pemerintah/ DPR untuk menyusun qanun/ Perda perlindungan terhadap Lansia. Kenyataan yang harus kita hadapi di 10 Tahun kedepan adalah meningkatnya angka lansia di Indonesia tidak terkecuali Aceh.

Tahun 2019 tercatat 25 ribu lansia non potensial di Aceh. Lansia non potensial adalah lansia yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dan bergantungan pada orang lain. ada lebih dari 7 ribu lansia terlantar di Provinsi Aceh.

Beberapa kasus yang saya temukan ada lansia terlantar tidak ada yang rawat. Meraka tidak diperhatikan, sementara masih punya anak dan keluarga. padahal UU no 13 tahun 1998 telah menetapkan bahwa lansia mempunyai hak yang sama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pemerintah, masyarakat dan keluarga bertugas dan bertanggung jawab untuk memberikan kesejahteraan bagi lanjut usia. Selama ini kita menganggap bahwa lansia terlantar atau lainnya hanya tugas pemerintah, serta menafikan peran keluarga dan masyarakat. Padahal mengembalikan lansia ke keluarga dan kembalinya keberfungsian sosial mereka merupakan salah satu tujuan yang ingin dicapai oleh pemerintah.

Kenapa demikian? Pertama Allah swt melalui Al Quran Surat Al isra ayat 23 telah memerintahkan untuk taat kepada Allah Dan berbakti kepada kedua orang tua serta menjaga ucapan dan prilaku terhadap orang tua yang berusia lanjut.

Maka oleh karena itu negara harus hadir untuk merealisasikan firman Allah swt serta memberi perlindungan terhadap Lansia. Kita semua akan menuju ke fase tersebut. oleh karena itu segera harus disusun Qanun atau undang undang tentang perlindungan terhadap Lansia.

Di Aceh misalkan, berikan ancaman Atau hukuman cambuk bagi Keluarga, masyarakat dan pemerintah yang tidak peduli dan sengaja menghilangkan hak kesejahteraan sosial bagi lanjut usia.

ADS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here