Mantan Bupati Bireuen Siap Dukung Jakowi Untuk Pembanguna Aceh

Avertise With Us

ACEHAKTUAL.COM I Banda Aceh – Mantan Bupati Bireuen Periode 2012 -2017 H. Ruslan M. Daud siap mendukung dan mendampingi  Presiden Jokowi dalam melaksanakan pembangunan khususnya untuk Aceh.

Ruslan M. Daud atau yang panggil  HRD yang saat ini anggota DPR RI Fraksi PKB menjelaskan bahwa dia akan menjalan fungsi pengawalannya secara maksimal dengan cara mengingatkan pemerintahan Jokowi – Ma’aruf agar selalu melaksanakan program yang sesuai dengan kebutuhan rakyat Aceh.

ADS | Iklan DI Sini

“Saya bersama PKB akan memberi masukan yang konstruktif sehingga angka kemiskinan Aceh bisa ditekan, “ kata Ruslan usai menghadiri acara pelantikan presiden dan Wakil Presiden di Gedung DPR RI Jakarta. Minggu (20/10/2019).

Menurut HRD sesuai dengan fungsi dan tugas pokok sebagai anggota DPR RI dari Dapil Aceh 2, dirinya akan menyampaikan kepada pemerintah Jokowi agar membangun struktur ekonomi Aceh yang produktif, mandiri dan berdaya saing sebagaimana tertuang dalam visi-misinya.

Dikatakan mantan kombantan GAM ini, Aceh secara geografis terletak di jalur lalulintas dunia, karena itu pasar Aceh berpotensi, tidak hanya hanya untuk pasar domestik akan tetapi juga pasar International.

“Saya akan mendorong agar infrastruktur yang dibangun harus mendukung konektivitas Aceh dengan beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Thailan, Myanmar, India khususnya kepulauan Andaman, Nikobar dan Juga India daratan serta beberapa Negara lainnya,” ujarnya.

HRD mengapresiasi  sikap Jokowi yang selama ini telah berupaya untuk melakukan kerja sama dengan India dalam rangka mewujudkan program pembangunan pulau-pulau terluar wilayah perbatasan Indonesia.

“Sebagai perwakilan rakyat Aceh, saya akan mendorong lebih kuat lagi agar terjadi percepatan konektivitas dagang antara Aceh dan India,” sebutnya.

Koordinasi Kementerian Luar Negeri, kata HRD, Pemerintah Indonesia sudah membentuk tim khusus yang saat ini sedang bekerja untuk menciptakan ruang hukum, ekonomi dan politik sehinga dalam waktu yang tidak lama lagi, kerja sama ekonomi antara Aceh dengan India, Malaysia, Thailan  dan negara-negara lainnya yang berdekatan dengan Aceh dapat terwujud, jelas HRD.

Dalam menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran kata HRD, tidak cukup dengan pembangunan infrastruktur seperti pelabuhan, jalan, jembatan, Irigasi dan lain-lain, tapi juga dibutuhkan peningkatan akses permodalan kepada para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Selain itu juga disarankan memberi insentif kepada dunia usaha guna membuka lapangan kerja.

“Peningkatan akses permodalan untuk pembukaan lapangan kerja, bisa mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi Aceh yang masih rendah yang saat ini sebesar 4,03 persen, berada pada peringkat 30 dari 34 provinsi dan masih berada di bawah rata-rata nasional yang telah mencapai 5,03 persen,” demikian HRD.

ADS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here