Walk Out Warnai Paripurna Alat Kelengkapan Dewan Sabang

Avertise With Us

ACEHAKTUAL.COM | Banda Aceh,- Senin (11/11/2019) Sidang penetapan alat kelengkapan DPRK Sabang diwarnai aksi walk out F-Parnas Bersatu. Semua kompak meninggalkan ruangan, Sehingga ketua DPRK Sabang pimpin rapat sendirian

Sidang Paripurna Pengesahan Alat Kelengkapan DPRK Sabang berakhir dengan Walk Out dari Fraksi Partai Nasional Bersatu DPRK Sabang. Sejumlah 6 orang anggota DPRK Sabang (1 unsur Pimpinan) menyatakan keluar dari sidang paripurna setelah bersitegang dengan Fraksi Partai Aceh terhadap Pemilihan Pimpinan pada Alat Kelengkapan DPRK Sabang tahun 2019.

ADS | Iklan DI Sini


Pengesahan alat kelengkapan DPRK Sabang ini merupakan tindak lanjut dari permohonan Setwan DPRK Sabang terhadap Fraksi-fraksi di DPRK Sabang. Mereka mengajukan nama-nama anggota Fraksi untuk di isi pada alat kelengkapan DPRK Sabang.

Setelah masing masing Fraksi mengajukan nama, maka di gelarlah Sidang Paripurna guna mengesahkan Alat kelengkapan DPRK Sabang. Untuk di sahkan dalam sebuah keputusan, sidang diawali dengan pembukaan dari ketua DPRK Sabang, M.Nasir. setelah itu dilanjtukan oleh ketua DPRK sabang yang menyerahkan Pembentukan AKD kepada anggota DPRK, agar diadakan rapat kecil memilih pimpinan AKD masing-masing sesuai dengan yang telah diusulkan oleh Fraksi-fraksi.


Pada saat rapat kecil tersebut terjadi deadlock. Tepatnya l saat pemilihan ketua dan wakil ketua Komisi D. Kesepakatan awal suara terbanyak pertama menjadi ketua dan suara terbanyak kedua menjadi wakil ketua. Terpiihlah H.Muhammad Isa (fraksi Partai Aceh) sebagai Ketua Komisi D (suara terbanyak pertama) dan Darmawan,SE (fraksi Partai Nasional Bersatu) sebagai wakil ketua Komisi D (suara terbanyak kedua). Ketika mau dirampungkan maka sebahagian anggota komisi D kembali mengajak pemilihan ulang untuk menentukan wakil ketua saja dengan votting ulang, sebagaimana diketahui bahwa Komisi D terdiri dari 5 orang yang berasal dari unsur F-Partai Aceh 3 orang dan unsur F-Parnas Bersatu 2 orang)
Fraksi Partai Nasional Bersatu merasa dipermainkan sehingga mengajak walk out dalam sidang paripurna pengesahan AKD DPRK Sabang. Sebanyak 6 orang anggota Fraksi Partai Nasional Bersatu termasuk unsur pimpinan memilih walk out dari ruang sidang sehingga sidang diakhiri dengan ketuk palu dari ketua DPRK Sabang, Muhammad Nasir sebagai pimpinan sidang tanpa didampingi oleh 2 Pimpinan lainnya.


“Kami melihat tidak adanya kemauan baik dari Fraksi partai Aceh dalam musyawarah dan mufakat ini”, ujar Darmawan, SE selaku ketua Fraksi Partai Nasional Bersatu.

“tidak menjadi masalah bagi kami seluruh alat kelengkapan DPRK Sabang di kuasai oleh Fraksi Partai Aceh, namun kami ingin kita mengedepankan semangat kebersamaan dalam membangun sabang kedepan, bagaimana adanya kebersamaan (persatuan) jika keadilan tidak ada”, tambahnya.

Sebagaimana diketahui bahwa pimpinan AKD DPRK Sabang di borong oleh Fraksi Partai Aceh. Ketua Komisi A Ketua Abdul Muthalib (fraksi PA),wakil ketua Muhammad isa (fraksi PA) komisi B ketua Drs AQ jaelani (fraksi PA), wakil ketua agus adhiatsyah (Fraksi PA), komisi C ketua Wahyudi Ramadhan, SE (fraksi PA) wakil ketua Marwan ismail ( fraksi PA),komisi D ketua H. muhammad isa wakil ketua Mahdalaina, Badan Kehormatan DPRK ketua hamdani dan wakil ketua muhammad isa, Badan legislasi ketua Muhammad Isa (Fraksi PA) Wakil Ketua Abdul muthalib (Fraksi PA).


Sampai rilis ini disampaikan ketua F-Partai Nasional Bersatu melayangkan surat keberatan atas pembentukan AKD DPRK Sabang Tahun 2019 yang ditujukan kepada Pimpinan DPRK Sabang.

ADS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here