Di Duga Proses Pembangunan Gedung Pengobatan Kanker Bermasalah, PT. MAM Ajukan Semasi.

Penulis : Fauzan

Mukhlis Muktar. Foto. AJJN.com
Avertise With Us

ACEHAKTUAL.COM I Banda Aceh – Di Duga proses tender Pembangunan Gedung Pengobatan Kanker bermasalah, Direktur PT MAM Energindo melalui kuasa hukumnya, Mukhlis Mukhtar SH mengajukan somasi kepada Direktur Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA), Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine.

PT MAM Energindo merupakan calon peserta tender pembangunan gedung oncology center atau pusat pengobatan dan perawatan kanker di RSUZA yang digugurkan Pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemerintah Aceh dengan alasan tidak memenuhi syarat.

ADS | Iklan DI Sini

Sementara pemenang tender proyek itu adalah PT Adhi Persada Gedang, salah satu perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Nilai proyek multiyears itu  mencapai Rp 237.086.370.000.

Kuasa hukum Direktur PT MAM Energindo, Mukhlis Muktar, SH, Sabtu, (05/1/2020) kepada acehaktual.com, menyebutkan proses lelang terhadap pembangunan gedung oncology center pada RSUZA Banda Aceh tersebut sudah dimulai sejak 2018 lalu.

Namun dalam prosenya itu mengalami kegagalan , Kemudian, tahun 2019 kembali dilakukan tender yang diikuti beberapa perusahaan termasuk PT MAM Energindo dan PT Adhi Persada Gedang.

“Klien kami mencium adanya persaingan yang tidak sehat dalam proses tender dan di yakini perusahaan itu sengaja digugurkan untuk memenangkan perusahaan tertentu. “ ujar mantan anggota DPRD Aceh ini.

Saat ini PT MAM Energindo sedang menunggu jawaban sanggahan banding. Selama proses itu, pihaknya meminta Direktur RSUZA selaku Pengguna Anggaran agar tidak melakukan tindakan yang kontraproduktif.

“Klien kami akan menggunakan haknya untuk mengajukan sanggah banding karena kami temui adanya indikasi persekongkolan secara vertikal dengan unsur mengatur dan menentukan pemenang tender,” katanya di Banda Aceh.

Keberakatan itu sangat logis, karena proses tender itu ada dua tahapan,  tahapan prakualifikasi dan tahapan tender, Mukhlis menduga peserta tender sebanyak 7 perusahaan itu tidak di lakukan prakualifikasi, lalu saat prsese tender langsung di tetapkan pemenang.

Yang enam perusahaan itu tidak ada alat, mareka di gugurkan tidak ada alat, sedangkan PT Adhi Persada Gedang tersebut KSO dengan PT Adi Karya, kebetulan Adi Karya sedang perkerjaan jalan tol.

“Logikanya alat itu di perlukan pada saat pelaksanaan proyek, tapi kalau alat itu tidak ada seharusnya perusahaan yang tidak ada alat di gugurkan pada saat prakualifikasi, bukan pada saat tender, “ sebutnya.

Di lansir aceh.tribunnews.com, Muhlis mengatakan, apabila somasi itu tidak ditindaklanjuti, pihaknya menempuh jalur hukum, baik secara pidana maupun secara perdata.

“Sehubungan dengan adanya pengajuan sanggahan banding tersebut, semestinya proses tender berhenti sementara sesuai maksud dari Peraturan Menteri Pekerjaan umum Nomor 7 tahun 2019,” ujar dia.

ADS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here