Seulanga Timoh Juara Desain Gedung Bank Aceh Syariah

Plt.Gubernur Aceh Nova Iriansyah Memberi Penganugerahan Sayembara Gedung Kantor Pusat PT. BAS di Hotel Hermes, Banda Aceh (14/2/2020). Foto : Humas Pemerintah Aceh
Avertise With Us

ACEHAKTUAL.COM I Banda Aceh – Konsep “Seulanga Timoh” berhasil memenangi sayembara desain gedung Kantor Pusat Bank Aceh Syariah. Desain itu dibuat oleh tim arsitektur dari Jakarta yang beranggota sebanyak lima orang, mereka berhasil menyisihkan 114 desain lainnya.

Salah satu arsitektur desain Seulanga Timoh, Thoat Fauzi, menjelaskan, desain Seulanga Timoh itu menggambarkan berkembangnya kiprah Bank Aceh terhadap tumbuhnya perekonomian masyarakat Aceh.

ADS | Iklan DI Sini

“Desain gedung itu seolah-olah bangkit ke atas, jadi kita ingin menggambarkan bahwa bank ini dapat menjadi pemantik bagi masyarakat Aceh untuk tumbuh dan berkembang,” ujar Thoat di sela acara Malam Penganugerahan Sayembara Desain Gedung Kantor Pusat Bank Aceh Syariah, di Hermes Palace Hotel, Jumat (15/2).

Mereka berhak menerima piagam penghargaan dan hadiah sebesar Rp 150 juta. Sedangkan juara 2 dengan desain bertema “Taman Kantor Seulanga” berhak mendapatkan piagam penghargaan serta hadiah sebesar Rp 50 juta. Sementara juara 3, diraih oleh desain bertema “Kantong Hijau Bank Aceh” dan berhak mendapatkan piagam penghargaan serta hadiah Rp 30 juta.

Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, menyatakan, desain gedung Kantor Pusat Bank Aceh Syariah yang terpilih, diharapkan dapat menjadi landmark dan ikon baru wajah provinsi Aceh dengan tampilan arsitektur gedung yang mengandung kaidah ke-Acehan.

“Kalau nanti gedung kantor pusat Bank Aceh Syariah selesai dibangun, mudah-mudahan bisa menjadi semacam surprise bagi orang-orang yang baru datang ke Aceh, untuk melihat sebuah gedung yang menjulang dengan cita rasa yang memenuhi kaidah-kaidah ke-Acehan ,” kata Nova.

Plt Gubernur mengatakan, penyelenggaraan sayembara merupakan cara terbaik untuk mendapatkan desain gedung yang menarik dan berkualitas. Sebab, kata dia, pemilihan nya dinilai berdasarkan skema penilaian yang telah ditentukan oleh dewan juri serta tidak ada intervensi dari pihak mana pun.

“Mudah-mudahan sayembara seperti ini bisa menjadi kultur, sehingga cita rasa arsitektur kita tinggi dan kita mendapatkan wajah kota dengan arsitektur bernilai tinggi,” kata Nova.

Dalam kesempatan itu, Nova mengapresiasi Bank Aceh Syariah. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ikatan Arsitektur

Indonesia atas dukungannya terhadap

sayembara tersebut.

Nova berharap, desain gedung baru yang akan dibangun di lingkungan Pemerintah Aceh nantinya juga dapat dipilih melalui proses sayembara. “Sehingga kita bisa mendapatkan gedung yang lebih baik.”

Plt Gubernur Aceh juga berharap, agar kehadiran gedung baru itu nantinya dapat menjadi pemantik bagi Bank Aceh untuk terus berbenah. Terutama dalam peningkatan

kualitas sumber daya manusia dan pengembangan bidang teknologi, serta perluasan jangkauan operasional.

“Kehadiran gedung dengan desain yang

terbaik ini, diharapkan juga bisa meningkatkan semangat para karyawan dalam bekerja,” kata Nova.

Nova menambahkan, Bank Aceh Syariah harus ikut andil dalam penurunan angka kemiskinan di Aceh. Salah satu cara yang harus dilakukan Bank Aceh, lanjutnya, adalah dengan menambah penyaluran kredit produktif untuk sektor UMKM. Ia yakin, cara tersebut akan menekan angka kemiskinan.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Aceh Syariah Haizir Sulaiman, mengatakan, sayembara desain gedung yang dibuka sejak November 2019 lalu itu diikuti oleh 115 arsitektur dari seluruh tanah air.

” Dari 115 itu, terjaring 74 peserta, kemudian dikerucutkan lagi oleh dewan juri menjadi 8 peserta yang menjadi nominasi. Dan malam ini akan dipilih tiga desain terbaik dari nominasi itu,”ujar Haizir.

Haizir berharap, desain gedung yang terpilih dapat menjadi representasi sosial budaya dan ikon kebanggaan masyarakat Aceh.

Haizir mengatakan, Bank Aceh sudah melalui berbagai dinamika selama berdiri 46 tahun. Mulai dari konflik, krisis moneter, tsunami 2004, kebakaran kantor pusat serta beralihnya dari bank konvensional menjadi bank syariah.

Saat ini, kata Haizir, bank milik provinsi itu tengah melakukan 3 transformasi, yakni, transformasi budaya, bisnis dan tampilan. Ia mengatakan, sayembara desain kantor pusat itu merupakan bagian dari semangat transformasi tampilan Bank Aceh.

“Kita berharap, tampilan desain gedung pusat Bank Aceh yang dibangun nanti dapat menumbuhkan semangat baru,” ujar Haizir.

ADS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here