Ini Dia Mahruza Murdani Sang Sutradara Film Pesan Sang Samudra

0
425
Uja (Mahruza Murdani) Sutradara Film Pesan Sang Samudra
ADS_Area

ACEHAKTUAL.com | Banda Aceh- Sabtu (10/3/2018). Namanya Mahruza Murdani, biasanya dipanggil Uja. Pria yang berasal dari Desa Geurugok, Kabupaten Bireun in ini dikenal sebagai orang yang memiliki pengalaman dalam bidang komunikasi visual (Visual Communication Specialist). Lulusan Teknik Mesin Unsyiah yang kini menetap di Perth, Australia ini ternyata juga seorang sutradara dari film “Pesan Sang Samudra”, sebuah film yang didedikasikan untuk 10 tahun terjadinya bencana gempa dan tsunami di Aceh.

Lihat Filmnya di :Film Dokumentasi Tsunami Ini Lebih Sering Diputar Di Luar Negeri

ADS_IMAGE

Uja sebenarnya telah menyutradarai beberapa film. Sejak tahun 2007 telah berhasil menyelesaikan lebih dari enam film dokumenter yang berkaitan dengan beragam topik. Pesan Sang Samudra adalah salah satu diantara karyanya. Hanya saja, sepertinya film ini menarik minat para akademisi dari luar negeri seperti Jepang. Film ini dianggap penting untuk edukasi tsunami, karena memperlihatkan kehidupan pasca tsunami. Tentu ini menjadi dokumen yang penting, mengingat dahsyatnya musibah tersebut dan bagaimana kehidupan daerah bencana selanjutnya.

Film ini awalnya dibuat untuk mengenang sepuluh tahun tsunami. Oleh Tim Tsunami and Mitigation Research Center (TDMRC) Unsyiah dan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) berinisiatif membuat Film dokumenter. Akhirnya dibentuklah tim yang dipimpin olehnya (Mahruza Murdani;pen) selaku Visual Communication Specialist-nya TDMRC.

“Jadi ini merupakan tugas pokok saya selaku Visual Communication Specialist. Ide ini murni lahir dari dua lembaga tesebut. Saya memimpin tim yang terdiri dari orang-orang dari TDMRC. Saat itu kita melakukan syuting ke daerah-daerah seperti  Banda Aceh, Aceh Besar dan Aceh Jaya. Hal itu kami lakukan dibawah arahan dari Produser Film, Dr,. Eng. Syamsidik yg juga sebagai Wakil Ketua TDMRC Unsyiah.”; ungkapnya saat diwawancari oleh tim ACEHAKTUAL.com melalui Messenger.

Saat ditanya sudah dimana saja film telah diputar, ternyata telah ditayangkan di Banda Aceh pada Peringatan 10 Tahun Tsunami 2004. Selain itu, juga telah ditayangkan dan dibedah secara resmi oleh kampus di Jepang. Pertama oleh Kyoto University tahun 2015, dan yang kedua di Tohoku University tahun 2018. Dia juga berharap film ini bisa menjadi salah satu media pendukung pembelajaran bagi masyarakat yang berkunjung ke Museum Tsunami Aceh.

“Saat ke Tohoku University, saya didampingi oleh Dr. Alfi Rahman. Beliau adalah Associate Producer-nya kita. Banyak Masukan yang bisa diperoleh dalam kesempatan tersebut. Diluar negeri diskusinya itu untuk lingkungan akademik. Kita coba bedah terkait dengan latar belakang dan konsep pembuatannya. Ada masukan untuk film ini agar dibuat dari sudut pandang yg berbeda. Termasuk supaya lebih kearah sisi humanis dari para survivor. Selain itu juga harapannya mengedepankan pesan dari musibah tsunami yang bisa dijadikan pembelajaran bagi generasi akan datang”;terang pria yang bernama lengkap Mahruza Murdani ini.

Pada pemutaran film tersebut turut pula dihadiri oleh para penggiat film dokumenter, peneliti, dosen dan juga mahasiswa. Di samping pemutaran film dilanjutkan pula dengan diskusi terkait dengan film tersebut. Di antaranya bagaimana perkembangan dan konteks lokal Aceh yang perlu dipahami secara khusus yang dapat pula berbeda dengan apa yang terjadi di negara lain seperti Jepang. Baca juga: Film Dokumenter Pesan Sang Samudra Mendapat Apresiasi Dari Publik Jepang

Dari saran-saran tersebut, lalu besar keinginan untuk adanya penyempurnaan dari film tersebut. Ada cita-cita agar dibuatkan versi barunya berdasarkan hasil diskusi dengan para ilmuwan dan akademisi saat di Jepang. Kami bercita-cita memproduksi sebagai Pesan Sang Samudera season 2, mudah-mudahan suatu saat bisa terealisasi”;terang Uja penuh harap.

ADS_IMAGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here