Rp 118.059.162.071.741.000.000.000,00 Angka Utang Negara Kepada Nyak sandang

1
292
Nyak Sandang Saat Bertemu Presiden Jokowi
ADS_Area

ACEHAKTUAL.COM|Banda Aceh- Seratus Delapan Belas Sekstiliun adalah angka yang harus dibayarkan pemerintah kepada Nyak Sandang. Angka ini adalah perhitungan terhadap total jumlah uang Nyak Sandang setelah 70 surat obligasi pembelian pesawat RI 1 dan 2 sebagai cikal bakal Garuda Indonesia.

Pertanyaannya adalah apakah negara akan membayarkan hak warga negaranya ini. Sudah terlalu lama negara ini terus berkembang. Beberapa presiden telah silih berganti. Namun tidak ada kabar apapun terkait keberadaan utang negara kepada siapa saja rakyat Aceh yang ikut memberikan hartanya. Jika saja fakta terkait keberadaan Nyak Sandang tidak terungkap ke publik, maka semua bukti surat utang tersebut seperti akan terdiamkan dan dibawa mati oleh mereka yang menyumbang dan juga Soekarno sendiri.

ADS_IMAGE

Harus diingat bahwa saat itu negara tidak memiliki dana sama sekali. bermodal kepercayaan dan semangat kemerdekaan rakyat Aceh rela melepaskan apa saja yang menjadi harta mereka, guna memenuhi permintaan Presiden Soekarno agar dibelikan pesawat untuk memudahkan kinerjanya sebagai presiden, dan juga mempertahankan negara dari agresi militer oleh Belanda yang saat itu belum menerima kemerdekaan Indonesia.

Pertanyaan tidak kalah pentingnya adalah akankah negara ini sanggup membayar. Apakah takdir negara ini dari awal kemerdekaan hingga setelah reformasi berjalan dengan hutang. Dari berhutang kepada rakyatnya sendiri, hingga kepada negara lain dalam hubungan internasional. Bagaimana cara negara ini melunaskan semua hutang yang kian bertambah.

Perlu kita garis bawahi jika negara memiliki fungsi untuk melindungi rakyatnya. Ia adalah payung peneduh yang seharusnya bisa memberikan jaminan atas keselamatan jiwa, harta, agama,keturunan dari segenap tumpah darah Indonesia. dalam kasus utang terhadap para investor dalam pembelian pesawat tersebut, terlihat seperti tidak ada niat dari negara untuk membayarkannya.

Hal senada juga disebutkan salah satu akademisi UNSYIAH fathurrahmi kepada AJNN. ia mengatakan bahwa tidak ada catatan goodwill dari pemerintah atas surat obligasi tersebut. ia juga menyebutkan hal ini sebagai preseden buruk bagi pemerintah. ia juga meyampaikan bahwa Deklarasi Kemerdekaan mejadi masalah karena hal ini. pembayaran haruslah dilakukan dengan goodwill.

tentunya tidak hanya kepada Nyak Sandang. Ada banyak pemegang surat obligasi lainnya yang harus dicari orangnya dan didata oleh pemerintah. Apa lagi yang membuat surat berposisi sebagai Presiden sekaligus Deklarator kemerdekaan, disertai alasan untukk kemerdekaan bangsa dan negara. Tentu ini menjadi perusak keagungan sejarah, ketika negara terkesan seperti mencurangi pemberi hutang dari semenjak awal-awal kemerdekaan hingga hampir satu abad umur negara.

Negara patut mencarikan solusi yang tepat guna melakukan pembayaran terhadap utang-utang tersebut. Perlu ada langkah nyata yang harus dibuat oleh Pemerintah bersama dengan DPR guna menyelesaikan masalah ini. Jika tidak, maka negara ini mejadi negara cacat yang bahkan tidak bisa melindungi hak warganya, serta menjalankan kewajiban yang tertunda puluhan tahun lamanya.

ADS_IMAGE

1 KOMENTAR

  1. Perkiraan saya yang bertanggungjawab membayar utang tersebut adalah pemerintah Suharto. Sebab dizaman dialah jatuh tempo pem bayaran, bukan jaman Soekarno yang berkuasa tidak sampai 20 tahun.

    Berhubung baru di periode Jokowi dipersoalkan, makanya perlu di ambil kebijaksanaan. Terlepas Indonesia bukan Sys tem Islam, hingga
    “riba” tidak pernah dipersoalkan di Indonesia kecuali menggu nakan bahasa “lunak” yaitu “bunga”. Rakyat Acheh yang bera gama Islam tidak tepat meminta riba (bunga) dari pemerintah Indoinesia. Andaikata pemerin tah Jokowi mampu membayar kan sebanyak yang telah digambarkann diatas, Maksum tidak berhak menerima sekian tetapi hanya menda patkan sekitar satu Milyar rupiah, sedangkan sisanya harus diberikan kepada kaum mustadhafin Acheh secara adil. Hal ini merupakan pan dangan saya agar Maksum tidak bermasalah dengan riba. Dasar pikiran saya ini adalah firman Allah bahwa dalam harta orang kaya ada hak orang miskin (kaum mustadhafin).

    Andaikata presiden Jokowi tidak memiliki kemampuan membayar utang tersebut, beliau berkewajiban menarik harta ke kayaan semua pihak yang dekat dengan Suharto, merekalah yang berkewajiban membayar utang rakyat Acheh tersebut. Demikian hsndwsp, Acheh – Sumatra.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here