Ribuan Warga Aceh Akan Hadiri Pelantikan Pengurus Pusat Tastafi.

Penulis : Fauzan

0
306
Tgk Hasanoel Basry (Abu Mudi)
ADS_Area

ACEHAKTUAL.COM | Banda Aceh : Diperkirakan ribuan ribu masyarakat Aceh dari jama’ah pengajian Tasawuf, Tauhid dan Fiqh (TASTAFI) berbagai kabupaten dan kota di Aceh direncanakan akan menghadiri acara pelantikan pengurus pusat Majlis Zikir dan Pengajian TASTAFI di halaman Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada malam Rabu. (17/4/2018).

Belasan ribu masyarakat Aceh yang akan hadir ini merupakan jama’ah pengajian Tastafi asuhan Ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA) Abu Syaikh.H. Hasanul Basri (Abu Mudi)  yang selama ini telah aktif di berbagai kabupaten kota di Aceh dan dimana pengajian Tastafi yang diselenggarakan di berbagai wilayah.

ADS_IMAGE

Sebelum acara pelantikan, Tim Lajnah Tastafi juga akan menyelenggarakan Bahtsul Masaail (pembahasan masalah Islam kontemporer secara ilmiah) di asrama Haji Banda Aceh dengan menghadirkan para ulama dan pakar dari berbagai latar belakang keilmuan. 

Bahtsul Masaail ini insyaAllah akan dibuka pada tanggal 15 April dan berlangsung hingga 16 April. Jadi rangkaian acara akan berlangsung dari tanggal 15 sampai dengan 17 April 2018.

Adapun tema acara pelantikan dan Bahstul Masaail ini adalah “Membumikan Zikir dan Pengajian TASTAFI demi meneguhkan Manhaj Ahlusunnah wal Jama’ah sebagai Landasan Penerapan Syari’at Islam”. 

Dengan tema ini, panitia ingin mempertegas tekad para ulama Aceh untuk membumikan pengajian Tastafi di seluruh Aceh sehingga Manhaj Ahlusunnah wal Jama’ah yang mengikuti Asy’ariyah dan Maturidiyah semakin teguh di Aceh serta menjadi landasan dalam penegakan Syari’at Islam sebagaimana dulu di masa kejayaan Aceh seperti tersebut dalam Qanun Meukuta Alam Al-Asyi dan dalam kitab-kitab para ulama Aceh terdahulu.

Tujuan Majlis Tastafip

Tujuan didirikannya Majlis Zikir dan Pengajian secara kongkrit sebagaimana disebutkan dalam anggaran dasar yaitu untuk menyampaikan dan membumikan ajaran Tasawuf, Tauhid, dan Fikih berdasarkan Ahlussunnah wal Jama’ah, dan melindungi dayah, balai pengajian, majelis ta’lim, majelis zikir, dan masyarakat dari ajaran sesat, liberalisme, sekularisme dan radikalisme, serta mewujudkan tata kehidupan masyarakat madani.

Dalam anggaran dasar Tastafi disebutkan, Majelis Pengajian dan Zikir Tastafi beraqidah Ahlusunnah wal Jama’ah, dalam bidang tauhid mengikuti madzhab Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dan Imam Abu Mansur al-Maturidi; dalam bidang fikih mengikuti salah satu dari Mazhab Empat (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali); dan dalam bidang tasawuf mengikuti mazhab Imam al-Junaid al-Bagdadi dan Abu Hamid al-Ghazali.

Para pengurus yang akan dilantik oleh Ketua Dewan Pembina (Abu Mudi) yaitu masing-masing Tgk. H. Muhammad Amin Daud (Ayah Cot Trueng) sebagai ketua Tanfidziyah (Ketua Dewan Pelaksana). Ayah Cot Trueng adalah Pimpinan Dayah Raudhatul Ma’arif Aceh Utara, salah satu dayah besar yang telah menghasilkan para ulama dan ribuan alumni lainnya di seluruh Aceh. 

Sementara para wakil adalah Tgk H. Muhammad Yusuf A. Wahab (Tu Sop Jeunieb) pimpinan Dayah Babussalam Al Aziziyah Jeunieb, Tgk. H. Ismail M. Yusuf ( Pimpinan Dayah Mathlabul Ilmi Samalanga dan Dr Tgk Muntasir A. Kadir, MA

Visi Misi dan Tujuan

Visi Majelis Pengajian dan Zikir Tastafi sebagaimana disebutkan dalam anggaran dasar yaitu menjadi lembaga yang berfungsi mengkaji dan menyiarkan ilmu Agama Islam yang berfaham Ahlussunnah waljamaah menuju penguatan ukhuwah Islamiyah dan harmonisasi dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.

Sementara misi Majlis Tastafi ini antara lain yaitu melakukan kajian dan penelitian keagamaan untuk melahirkan solusi terhadap permasalahan dalam masyarakat berkaitan dengan Tasawuf, Tauhid dan Fikih.

Misi berikutnya yaitu melaksanakan dan menyiarkan pengajian, zikir, dan dakwah islamiyah berdasarkan faham ahlussunnah wal jama’ah kepada masyarakat dengan menitik beratkan pada kitab-kitab yang ma’ruf bersumberkan dari pada mazhab-mazhab yang muktabar.

Selanjutnya yaitu menjalin ukhuwah Islamiyah dan musyawarah dalam membangun hubungan antar dayah, balai pengajian, majelis ta’lim dan majelis zikir dengan berusaha membangun budaya Islamiyah dan ilmiah.

Berikutnya yaitu menumbuh kembangkan kesadaran masyarakat dalam tata kehidupan dan berbudaya secara islami berdasarkan faham ahlussunnah wal jama’ah.

Misi Majlis Tastafi terakhir sebagaimana disebutkan dalam anggaran dasar yaitu membangun paradigma berpikir konstruktif dalam pemahaman ajaran Tasauf, Tauhid, dan Fikih dari pengaruh aliran sesat, liberalisme, sekularisme dan radikalisme, dan pemikiran diluar faham ahlusunnah waljamaah.

ADS_IMAGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here