KAMMI Aceh Desak Polisi Usut Pelaku LGBT

0
96
Tuanku Muhammad, ketua PW KAMMI Aceh
ADS_Area
Berdasarkan info yang beredar di tengah masyarakat bahwa warga Gampong Lamtimpeung, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar berhasil menggebrek pasangan liwath(homoseksual), Kamis (29/3/2018) siang. Pasangan itu ditangkap warga saat sedang berduaan di salah satu rumah kost di desa tersebut.
Hasil interogasi keduanya adalah DPL (21), warga Medan, dan TS (24) warga Pidie. DPL dan TS berstatus sebagai mahasiswa perguruan tinggi di Banda Aceh. Bahkan salah satu pelaku yang berinisial DPL sudah pernah ditangkap beberapa waktu yang lalu ketika mencoba mengajak berhubungan dengan salah seorang ojek online.
Menanggapi kejadian ini, Tuanku Muhammad selaku Ketua Umum KAMMI Aceh meminta kepada pihak keamanan terutama WH Aceh untuk dapat menindak secara tegas pelaku liwath yang kemarin telah ditangkap, terutama pelaku DPL yang telah berulang lagi ditangkap.
Kalau bisa, pelaku DPL segera dikeluarkan dari kampus dan diusir dari Aceh.
“Kita seluruh warga Aceh sudah sepakat semuanya untuk menolak segala tindakan LGBT di bumi Aceh. Jadi jika ada yang LGBT yang tidak bisa dibina lagi dan telah melakukan banyak pengusakan bagi generasi Aceh maka segera tindak tegas dengan mengusir mereka dari Aceh atau pindah dengan sendirinya.” Kata Tuanku.
Disamping itu,melihat banyaknya pelaku LGBT di Aceh adalah para mahasiswa/wi ini menunjukkan bahwa ada jaringan LGBT yang sudah tumbuh di kampus-kampus Aceh. Sebab itu, jaringan ini harus segera ditelusuri. Jika tidak, akan banyak mahasiswa/wi Aceh yang dulunya tidak terjerumus ke tindakan LGBT akan sedikit demi sedikit terpengaruh dan akhirnya bergabung.
Mulai kedepan, setiap kampus di Aceh harus berani mengeluarkan peraturan tegas terkait LGBT. Kampus di Aceh harus berani mengeluarkan setiap mahasiswa/wi yang telah terbukti melakukan liwath.
” Kampus di Aceh harus steril dari LGBT, kita tidak ingin LGBT tumbuh subur dan berkembang di kampus-kampus Aceh. Kesucian kampus sebagai tempat melahirkan kaum intelektual dan cendekiawan jangan sampai dinodai dengan dijadikan kampus sebagai markas mencetak kader-kader penyuka lubang taik.” Tambah Tuanku.
Oleh karena itu, mulai kedepannya setiap ada kasus LGBT yang ditangkap harus segera ditindak tegas dan selalu berkoordinasi dengan setiap pihak. Agar kita bisa selalu bersatu untuk mencegah berkembangnya LGBT di Aceh.
ADS_IMAGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here