Kaos Bisa Ganti Presiden

Oleh : Safrizal Umar Alumnus Melbourne University

0
158
Syafrizal Umar. Foto : Fb
ADS_Area

Titik siklus PEMILU (Pilpres & Pileg) terdekat adalah tahun 2019. Berbagai gerakan dan kampanye sudah mulai digencarkan, terutama di Media Sosial. Untuk kontestasi Pilpres, petahana (incumbent) sejak awal tahun ini memunculkan hastag#JKW2Periode. Tak mau kalah, di kubu oposisi juga membuat sebuah gerakan dengan hastag #2019GantiPresiden.

Selaku gerakan kampanye di Media Sosial, tak ada yang istimewa diantara kedua Hashtag tersebut diatas. Setidaknya hingga sesaat sebelum Presiden Jokowi berkomentar tentang #2019GantiPresiden. Keadaannya berubah, tiba-tiba #2019GantiPresiden menjadi pembicaraan yang mampu menangkap atensi yang lebih luas, termasuk oleh para pendukung Jokowi.

ADS_IMAGE

Tentunya ada hal yang tak biasa saat sebuah “isu” dimasukkan dalam teks pidato Presiden. Bisa saja konsultan politik dan penasehat Jokowi mencermati bahwa #2019GantiPresiden berpotensi menjadi gerakan yang signifikan untuk menghadang #JKW2Periode. Sehingga perlu adanya reaksi dari Presiden untuk menenangkan para pendukung di grassroot bahwa #2019GantiPresiden adalah gerakan biasa saja.

Diartikulasikan dengan “Yang bisa ganti presiden itu rakyat” (dengan nada yang sedikit menukik). Jokowi tentu paham betul apa efek dari gerakan-gerakan masif dengan simbol2 tertentu. Oleh sebab itu wajar jika gesture Jokowi agak kurang tenang dan suaranya juga menyratkan ada hal yang sangat mennganggu dirinya.

Semakin masifnya pembicaraan #2019GantiPresiden belakangan ini tidak lain diciptakan oleh Jokowi sendiri. Mungkin tidak sepenuhnya benar jika dikatakan bahwa komentar Jokowi adalah blunder, namun ia benar-benar menciptakan dua suasana baru, yaitu “semangat” dan “optimisme” di kubu #2019GantiPresiden.

Semangat yang tertangkap adalah bahwa komentar Jokowi dijadikan sebagai sebuah tantangan untuk dibuktikan.  Ini menstimulasi gerakan #2019GantiPresiden untuk mengakselerasi usaha-usaha dan meningkatkan intensitas serta daya jangkau gerakannya untuk menjawab tantangan dari Jokowi bahwa “kaos tidak bisa ganti presiden”.

Kedua optimisme. Ini jelas terlihat dari elit politik diluar lingkar kekuasaan. Dikomentarinya isu #2019GantiPresiden oleh Jokowi memberikan pesan optimisme bahwa #2019GantiPresiden adalah sebuah momentum yang menjanjikan. Hal tersebut dijadikan sebagaii gerakan untuk menandingi #JKW2Periode.

Kembali ke Pertanyaan subtansinya, Benarkah Kaos bisa mengganti Presiden? Jokowi menjawab “tidak bisa”. Kalau saya jawabnya “itu ada di ujung langit, dan akan keliatan nanti di 2019”. Wassalam

ADS_IMAGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here