Kisah Tiga Mualaf Di Pengajian KWPSI

Kisah Islami

0
284
Teks Foto: Tiga orang muallaf asal Malaysia, ‎Bro Azley Stanley, Bro Fadhli Burhan dan Bro Ben Ooi saat mengisi pengajian KWPSI, Rabu (9/5) malam.
ADS_Area

ACEHAKTUAL.COM| Banda Aceh : Tiga orang muallaf asal Malaysia, ‎Bro Azley Stanley, Bro Fadhli Burhan dan Bro Ben Ooi saat mengisi pengajian KWPSI, Rabu (9/5) malam.

Ketiga hamba Allah datang ke pengajian KWPSI bersama Tgk. H Umar Rafsanjani Lc MA (Pimpinan Dayah Mini Alue Naga, Banda Aceh) saat mengisi pengajian Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh. 

ADS_IMAGE

Mereka mengisahkan bagaimana kehidupan sebelum masuk Islam. Ini pengakuan spritual mereka. Begini ceritanya:

Seorang muallaf, Ben Ooi pada pengajian KWPSI tersebut mengisahkan, dirinya merupakan mantan gangster yang baru masuk Islam, rela meninggalkan segala kemewahan dunia untuk taat dan beribadah kepada Allah‎ lewat berbagai perjuangan berat.

“Ketika sudah berada dalam Islam, tidak ada lagi uang dan kemewahan hidup. Semua dengan tujuan Allah semata‎, untuk menggapai derajat yang lebih tinggi dengan Islam,” kata Ben Ooi yang merupakan warga keturunan China ini.

‎Sementara Fadhli Burhan,‎ asala Singapura menyebutkan, banyak yang menjadi muslim karena keturunan dari ayah ibu‎. Meski komunitas berada dalam lingkungan Islam, tapi tidak serius beragama.

“Saya lahir di tengah komunitas yang mengasingkan Islam di Singapura. Mulai dari buka mata sampai tidur kembali sangat mudah melihat‎ dosa dan maksiat. Ajaran Islam begitu asing.‎ Tapi di Aceh kita harus bersyukur perempuan menutup Islam, minum khamar terlarang, judi juda sangat sulit ditemukan. Ini tentu lingkungan yang sangat mendukung untuk menjalankan Islam,” sebutnya.

Ia mengajak umat Islam untuk menjadi muslim yang sebenarnya dengan pilihan kita sendiri, dan yakin sepenuhnya pada Islam‎, bukan sebatas percaya dan ucapan di mulut saja telah beriman dan Islam.

Sedangkan Azley Stanley, ‎keturunan Tamil, India mengungkapkan, banyak tantangan ketika menjalankan agama saat sudah masuk Islam. Ia kerap menerima‎ penghinaan dan ancaman dari keluarga. Tapi itu tidak membuatnya surut dalam mengamalkan sejak beberapa tahun lalu.

Diungkapkannya, banyak orang Islam saat ini yang hanya percaya pada agama, tapi masih kurang meyakini pada Islam‎, sehingga iman dan keyakinan yang masih perlu ditingkatkan‎ lagi.

“Jika sudah tahu kebenaran agama Islam, kita akan jujur dengan diri kita, ikhlas dengan diri kita untuk Islam‎. Tapi jika orang Islam berpuas hati dan cukup sekedar beragama Islam saja, maka shalat lima waktu saja akan terasa berat,” sebutnya.

ADS_IMAGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here