Kepala BKKBN Aceh Minta Program KKBPK Bermanfaat Untuk Masyarakat

Penulis : Fauzan

0
53
ADS_Area

ACEHAKTUAL.COM I Banda Aceh : Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI melakukan sosialisasi dan advokasi dan KIE program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga (KKBPK) bersama mitra kerja 2019.

Kegiatan itu direncanakan diadakan dibeberapa titik kegiatan, yaitu di Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, dan Kota Lhokseumawe.

ADS_IMAGE

Kegiatan ke-11 dari 12 kegiatan Bidang ADPIN (Advokasi, Penggerakan, dan Informasi) yang digelar di Gedung Cakra Donya, Kota Langsa, Rabu (27/3/2019).

Hadir dalam sosialisasi itu, Anggota KomisI IX DPR RI Dapil Aceh Tgk Khaidir Abdurrahman, Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Sahidal Kastri, Kabid Dalduk Irma Dimyati, Kepala OPD KB Kota Langsa Saflina Salim, dan 250 peserta dari unsur masyarakat.

Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Sahidal Kastri mengatakan, dalam penguatan program KKBPK, BKKBN perlu melakukan berbagai langkah sehingga benar-benar memiliki daya ungkit terhadap upaya pencapaian target atau sasaran program.

“Program KKBPK harus dapat secara langsung memberikan manfaat kepada masyarakat. Program KKBPK juga harus berjalan sesuai kearifan lokal Aceh dan bisa terlaksana dengan baik di 584 Kampung Keluarga Berencana (583 Kampung KB + 1 Mandiri),” jelas Sahidal.

Menurutnya, BKKBN memiliki tiga pilar program kerjanya yaitu Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga. Ketiga program ini kata Sahidal, telah diatur sesuai amanah Undang-Undang No. 52 Tahun 2009 dan Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 .

“BKKBN memiliki tugas dan bertangung jawab untuk meningkatkan kualitas keluarga melalui pendekatan siklus hidup dan penerapan delapan fungsi keluarga (fungsi agama, sosial budaya, cinta dan kasih sayang, perlindungan, sosial pendidikan, reproduksi, ekonomi, dan lingkungan),” ungkapnya.

Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Aceh, Tgk Khaidir Abdurrahman mengatakan, meningkatkan kualitas kependudukan di Aceh cukup efektif dilakukan dengan pendekatan agama di dalam keluarga. Sebab, dengan agama, Aceh akan kembali hebat dan gemilang seperti masa Sultan Iskandar Muda.

“Bila memulai suatu pembangunan dilakukan dengan pendekatan agama, diyakini dapat sukses dibandingkan dengan pembangunan yang tidak mempertimbangkan agama,” tegas Tgk Khaidir.

Dia mengatakan. Sejumlah program KKBPK selama ini kata Tgk Khaidir, program yang menyentuh keluarga maupun kependudukan di Aceh juga disampaikan dengan pendekatan Agama. BKKBN menganjurkan agar dalam berkeluarga direncanakan dengan baik dan bukan membatasi jumlah anak.

“Pendekatan agama dapat menyelesaikan semua persoalan termasuk menyelsmatkan generasi penerus dari pengaruh lingkungan yang tidak baik. ,”sebutnya.

Sebelumnya, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Wali Kota Langsa, Junaidi mengatakan. Pemerintah telah menetapkan beberapa indikator, seperti penurunan angka kelahiran total fertility rate (TFR) dari 2,6 menjadi 2,28 anak/wanita, meningkatkan pemakaian alat atau obat kontrasepsi, dan menurunkan kebutuhan ber-KB yang tidak terlayani dari 11,4 persen menjadi 9,91 persen.

“Sasaran tersebut tidak mungkin akan tercapai jika hanya mengandalkan BKKBN saja, tetapi program KKBPK perlu dukungan SKPK. ,” demikian Junaidi. (REL)

ADS_IMAGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here