Makmur Budiman Akhirnya Calon Tunggal Ketua Kadin Aceh

0
86
Makmur Budiman, SE , calon tunggal Kadin Aceh Periode 2019-2024. Foto : Fauzan
ADS_Area

ACEHAKTUAL.COM I Banda Aceh :  Makmur Budiman, menjadi akhirnya menjadi satu-satunya calon Ketua Kadin Aceh yang mengembalikan formulir dan menyetor dana kontribusi Rp750 juta.

Sedangkan empat calon lainnya hingga batas waktu ditentukan, Sabtu, 15 Juni 2019, pukul 16.00 WIB, tidak mengembalikan formulir.

ADS_IMAGE

 “Hanya Makmur Budiman yang memenuhi syarat menjadi calon Ketua Umum Kadin Aceh periode 2019-2024.” kata Stering Committee Musyarawah VI Kadin Provinsi Aceh, Muhammad Mada, Sabtu. (15/6/2019).

Muhammad Mada menyebutkan, panitia sudah memeriksa dan memverifikasi berkas yang meliputi syarat pencalonan serta uang kontribusi Rp750 juta. Uang tersebut sudah ditransfer ke rekening organisasi.

Selanjutnya, kata Muhammad Mada, berkas pencalonan ketua tersebut akan disampaikan kepada Dewan Pertimbangan Kadin Aceh. Kemudian, Dewan pertimbangan akan menggelar rapat penetapan calon pada 18 Juni 2019.

“Hasil penetapan rapat dewan pertimbangan terkait calon ketua, akan dibawa dalam rapat pleno musyawarah provinsi Kadin Aceh untuk penetapan ketua yang direncanakan berlangsung pada 19 Juni mendatang,” kata Muhammad Mada.

Adapun empat  calon lainnya yang tidak mengembalikan formulir yaitu, “ Said Isa , H. Nahrawi Nurdin, H. Hazwan Amin dan Nora Idah Nita.

Siap Pimpin Kadin.

sementara Makmur Budiman, kandidat Ketua Kadin Aceh 2019-2024, yang di lansir antara.com menyatakan siap memimpin organisasi tersebut jika dipercayakan dan ditetapkan sebagai ketua pada musyawarah provinsi nantinya.

“Tentunya, langkah pertama yang saya lakukan jika terpilih adalah melakukan konsolidasi organisasi guna memperkuat keberadaan Kadin Aceh. Termasuk meningkatkan kapasitas anggota Kadin,” sebut dia.

Selain itu, sebut Makmur Budiman, Kadin Aceh akan membentuk pusat pelatihan guna melahirkan pengusaha-pengusaha baru. Sebab, tanpa adanya pengusaha baru di suatu daerah, daerah tersebut sulit berkembang. 

“Termasuk akan mengembangkan sektor industri Aceh. Daerah tanpa industri dan hanya mengandalkan anggaran pemerintah daerah, maka daerah tersebut sulit maju dan berkembang,” pungkas Makmur Budiman.

ADS_IMAGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here