Dunia Pendidikan Aceh Mulai Bersaing di Tingkat Nasional

Advertorial

0
85
ADS_Area

Banyak usaha yang telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan di Aceh. Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh melakukan berbagai upaya salah satunya mengembangkan potensi guru melalui seminar, pelatihan, workshop dan lainnya secara berkelanjutan sehingga guru menjadi profesional yang mempunyai kemampuan meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah yang pada akhirnya peningkatan mutu pendidikan akan terwujud dan menjadi kenyataan.

Akhirnya usaha tersebut membuahkan hasil, diantara, Aceh meraih empat mendali di ajang LKS, meraih 6 mendali OSN tingkat Nasiona, 6 juara bidang PAUD dan Dikmas tingkat nasional. Bahkan dalam bidang kelulusan sekolah Aceh sudah meraih posisi 27 dari sebelumnya pada 34 provinsi. Ini ada beberapa keberhasilan tingkat nasional.

ADS_IMAGE

Aceh Raih Empat Medali di Ajang LKS Nasional

Aceh berhasil meraih empat medali  dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK Tingkat Nasional yang berlangsung 7-13 Juli 2019 di Yogyakarta.

Masing-masing meraih dua medali perak (juara II) dan dua medali perunggu (juara III) dalam ajang bergengsi nasional tersebut.

Atas prestasi tersebut, kontingen Aceh disambut dengan pengalungan bunga oleh Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh, Muslem Yakub M.Pd saat tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar.

Mareka yaitu, Febrianti dari SMKN 1 Kutacane, Aceh Tenggara yang meraih medali perak  dalam cabang hairdressing.

Muhammad Bilal Harve dari SMKN 1 Banda Aceh meraih medali perak dalam cabang grapic design techno.

Syaiful Mahdi H dari SMKN 2 Banda Aceh meraih perunggu dalam cabang CNC Miling dan M Rianda Saputra dari SMK 2 Langsa meraih perunggu dalam cabang Plumbing dan heating.

Muslem Yakub menyampaikan selamat kepada peserta yang meraih medali dalam ajang LKS itu dan berharap yang belum meraih medali supaya meningkatkan kemampuannya.

Menurutnya, torehan empat medali membukti jika Aceh memang diperhitungkan dalam tingkat nasional.

Atas usaha mereka dalam mengharumkan nama Aceh, nanti pemerintah Aceh juga akan memberikan penghargaan kepada peraih medali.

Penghargaan atau bonus akan diberikan saat peringatan Hardikda mendatang. Semoga itu membangkit semangat siswa tersebut dan siswa lainnya.

“Semoga ke depan semakin banyak prestasi yang diraih anak-anak kita ini,” ujarnya.

Tahun ini, Aceh mengirim 27 peserta yang bersaing di ajang LKS nasional, yang bersaing di 25 Cabang.

LKS SMK tingkat nasional yang merupakan agenda rutin Kemendikbud di bawah Direktorat Pembinaan SMK itu bertujuan meningkatkan citra SMK, di samping ajang unjuk bakat bagi siswa dan siswi SMK.

Enam Siswa Aceh Raih Medali OSN Nasioanal 2019

Sebanyak enam pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Aceh meraih gelar juara pada Olimpiade Sains Nasional jenjang SMA yang di gelar di Kota Manado, Sulawesi Utara. Mereka disambut sebagai pahlawan. Minggu (7/7/2019), di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blangbintang, Aceh Besar.

Mereka yang berhasil meraih juara di tingkat nasional masing-masing yaitu, medali Perak Fisika diraih Ilham Darni (SMA Fatih Bilingual School), medali Perunggu Matematika Ahmad Faqih (SMA Fatih Bilingual School), medali Perunggu Informatika Hamlul Khair (SMAN Modal Bangsa Aceh), medali Perunggu Informatika Sulthan Afif (SMAN Modal Bangsa Aceh), medali Perunggu Astronomi Mikhail Gibran (SMAN Modal Bangsa Aceh) dan medali Perunggu Kebumian diraih Mashita (SMA Fatih).

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin, didampingi Sekretaris Dinas Pendidikan Aceh, Muslem, Kabid Pembinaan SMA dan PKLK, Zulkifli, dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Bidang Pembinaan SMA dan PKLK Dinas Pendidikan Aceh, Syukri, menjemput langsung kepulangan kontingen Aceh,

Syaridin mengatakan, keberhasilan yang diraih siswa-siswi yang mewakili Provinsi Aceh pada Olimpiade Sains Nasional jenjang SMA merupakan suatu yang membanggakan, pasalnya hanya satu perunggu yang bisa dibawa pulang kontingen Aceh pada ajang yang sama di tahun lalu.

 “Alhamdulillah sesuai dengan apa yang kita inginkan, mereka anak-anak kita berhasil meraih enam penghargaan di tingkat nasional. Walaupun belum mendapat emas, tetapi saya yakin apabila kita terus melakukan pembinaan maka kedepan mereka akan mampu meraih emas,” ujar Kadisdik Aceh.

Menurutnya, peluang meraih prestasi pada event berikutnya sangat diyakini. Hal ini dilihat dari usia dan peserta didik tersebut masih duduk di kelas X, artinya masih ada peluang bagi mereka untuk meraih prestasi. Sebab, mereka sudah memiliki pengalaman pada tahun ini.

“Tinggal bagaimana memperdalam. Insyaallah, Aceh kalau semua kita mendukung, termasuk masyarakat, maka cita-cita anak-naka kita akan terwujud,” katanya.

Melalui prestasi yang diraih ini, sebut dia, setidaknya sudah mengantarkan mereka untuk menuju Perguruan Tinggi. Sebab, dengan selembar sertifikat penghargaan prestasi, apalagi ini bidang akademik tingkat nasional, menjadi kunci bagi mereka.

Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh, kata Kadisdik Aceh, pada setiap bidang yang dilombakan atau yang diapresiasikan, selalu memberikan penghargaan dalam bentuk Tropi, uang pembinaan.

“Untuk anak-anak kita yang berhasil meraih penghargaan di tingkat Nasional dan Internasional juara I, II dan III, Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh akan memberikan penghargaan pada momentum hari Pendidikan Daerah (HARDIKDA) setiap tanggal 2 September,” demikian Kadisdik Aceh.

Aceh Dapat Enam Gelar Tingkat Nasional

Keberadaan Aceh di tingkat nasional tidak bisa di pandang sebelah mata, baru – baru ini Aceh meraih enam gelar juara pada even Apresiasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) PAUD dan Dikmas Berpres­tasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2019, yang di­helat di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, 23-28 Juni 2019.  

Apresiasi GTK PAUD dan Dikmas ada­lah lomba yang dilak­sanakan dalam rangka pemberian penghargaan kepada Guru dan Tenaga Kependidikan pada lembaga PAUD dan juga pada lembaga pendidikan ma­syarakat. 

Kegiatan lomba tersebut setiap tahunnya dilaksanakan mu­lai tingkat kabupaten/kota hingga ke tingkat nasional. Tahun 2019 tingkat nasional dilaksanakan di Bangka Belitung, 23 – 28 Juni 2019.

Aceh berhasil mendapatkan dua gelar juara I masing-ma­sing juara Tutor Keaksa­raan dan juara Tenaga Kependidikan PAUD Khusus. Selain itu, Aceh juga meraih empat gelar juara yaitu Juara III Guru KB/TPA/SPS, juara II Instruktur Kom­puter, juara III Pamong Belajar SKB dan juara III Penge­lola TBM. 

Kegiatan tersebut ditutup Dirjen GTK PAUD dan Dikmas Dr. Ir. Harris Iskandar Ph.D. Pada kegiatan penutupan tersebut diserahkan Pataka untuk tuan rumah tahun 2020 yaitu Provinsi Aceh.

Perwakilan Dinas Pendidikan Aceh yang menerima Pataka tersebut yaitu Zulkifli S.Pd. M.Pd, Kabid Pembinaan SMA dan PKLK atas nama Kepala Dinas Pendidikan Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syari­din, M.Pd, saat me­nyambut kepulangan sang juara di Bandara Internasional Sul­tan Iskandar Muda (SIM), Blangbintang, Aceh Besar, Sabtu (29/6) menyampaikan rasa bangga prestasi yang dicapai itu.

“Tahun ini meningkat dari tahun sebe­lum­nya yaitu dari peringkat enam menjadi peringkat lima. Untuk itu, kepada pe­me­nang tingkat nasional ini, Pemerintah Aceh akan me­ngusulkan penghargaan umrah yang akan diusulkan pada anggaran 2020,” ujarnya.

Pihaknya mengaku terus melakukan per­siapan untuk menjadi tuan rumah tingkat naional, dengan memupuk hara­pan dapat terlaksana dengan sukses pelaksanaan dan juga sukses hasilnya.

“Tentunya kita membutuhkan dukungan dari semua pihak dalam mendukung pelak­sanaan tingkat nasional itu. Sehingga, akan mengharumkan Provinsi Aceh di level na­sional,” kata Syaridin. 

Pendidikan Aceh Sudah Lebih Baik

Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Dr Iskandar A Samad, MA

Kondisi Pendidikan Aceh sekarang sudah ada peningkatan dari berbagai bidang  bila di bandingkan dengan tahun sebelumnya terutama  dari segi tingkat kelulusan siswa.

“Bila di lihat dari tingkat kelulusan sangat mengembirakan, dari perimgkat 34 sudah menjadi peringkat ke 27 se Indonesia,” ungkap Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Dr Iskandar A Samad, MA kepada acehaktual.com.

Menurut alumni University of New England (UNE), Australia ini, kenaikan ini sudah sangat baik malah kita harapkan menjadi 10 besar. Hal ini mungkin saja terjadi apabila adanya kalaborasi yang intessif semua pihak. Baik itu Pemerintah Aceh, Dinas Pendidikan Aceh dan pelaku-pelaku pendidiakn yang ada di Aceh termasuk kampus.

Banyak hal yang dilakukan oleh pemerintah Aceh melalui diknas pendidikan, juga ada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), mereka misalnya melakukan training dalam rangka peningkatan kualitas guru. Ini tentunya perlu di tingkatkan, kalo bisa anggarannya di naikkan.

“Nah inikan hal yang bagus dalam meningkatkan kualitas guru itu sendiri, kalao di dinas ada Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) , mereka juga sering kerjasama dengna pihak kampus, untuk melakukan pelatihan,” ujar Iskandar.

Iskandar juga mendukung dan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Aceh sudah para siswa dan guru di Aceh sudah mendapatkan juara dan penghargaan di tingkat nasional.

“ini luar biasa atas kerja pemerintah Aceh terhadap dunia pendidikan di Aceh, karena meraka juga punya kewajiban lognitipnya potensi dan skil yang lain, belajara secar independen meningkatkan kapasitas mereka. “ujarnya.

Namun demikian pemerintah mempunyai tanggung jawab lainnya, yaitu bagaimana mensejahterakan guru, misalnya apa yang telah dilakukan denga pemberian sertifikasi guru hal yang sanagt positif.

“Kita juga berharap kepada guru dengan pemberian sertifikasi ini. Guru-guru dapat menigkatkan kapasitasnya dengan salah satunya membeli buku dalam rangka meningkatkan kualitasnya.”demikian Iskandar.

ADS_IMAGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here