Sejumlah Pelaku Adat Terima Penghargaan Wali Nanggroe Aceh.

Penulis : Fauzan

0
60
ADS_Area

ACEHAKTUAL.COM I Banda Aceh – Sejumlah  lembaga adat, kelompok masyarakat dan individu yang berdedikasi dalam menjaga dan melestarikan khazanah adat dan budaya Aceh mendapat penghargaan dariWali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar.

Pemberian anugerah tersebut dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Malam Anugerah Wali Nanggroe II Tahun 2019 di Aula Keurukon Katibul Wali Nanggroe, Sabtu.(14/12/2019) malam.

ADS_IMAGE

Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar mengatakan, Anugerah Wali Nanggroe tersebut merupakan perwujudan amanah UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh (UUPA) terhadap pemberian gelar dan derajat serta upacara-upacara adat lainnya.

Anugerah tersebut kata Wali Nanggroe adalah suatu bentuk apresiasi terhadap  aktivitas di  bidang adat dan seni budaya, sebagai apresiasi terhadap semangat dan keikhlasan para penerima anugerah, dalam menjaga, merawat dan melestarikan adat serta seni budaya di Aceh.

“Harapan saya anugerah Wali Nanggroe ini dapat memberikan motivasi dan rasa bangga untuk terus mengabdi bagi kemajuan peradaban Aceh dengan menjaga dan melestarikan adat dan budaya Aceh,” sebut M.

Sementara Katibul Wali Nanggroe Usman Umar, S.Sos, menjelaskan, para penerima anugerah Wali Nanggroe telah melewati beberapa tahapan mulai dari permintaan usulan dari bupati/walikota oleh Wali Nanggroe, pelaksanaan technical meeting, verifikasi dokumen, verifikasi lapangan, dan evaluasi hasil verifikasi.

”Sampai pada penyajian calon penerima anugerah kepada Tim P3GA, hingga berakhir pada malam anugerah ini,” kata Usman.

Para penerima Anugerah Wali Nanggroe II Tahun 2019 antaralain, Anugerah Tangloeng Nanggroe untuk kategori Penyelenggaraan Pemerintahan Adat diberikan kepada kemukiman Krueng Geukueh, kabupaten Aceh Utara.

Anugerah Peusaneut Aneuk Nanggroe untuk kategori penataan masyarakat adat dan budaya diraih oleh Kemukiman Kinco, Kabupaten Aceh Barat. Kemudian Anugerah Peutimang Boinah Nanggroe untuk kategori pengelolaan sumber daya alam diterima oleh Kemukiman Lamteuba, Kabupaten Aceh Besar.

Anugerah Tudong Nanggroe untuk kategori pelestari kerajinan dan produk budaya (papah buet jaroe aneuk nanggroe) diraih oleh kelompok Kupiah Meukutop dari kabupaten Pidie.  Kategori pelestari kesenian tradisi atau Papah Peyasan Nanggroe diraih kelompok Daman Meriah dari Kabupaten Bener Meriah. Lalu kategori pelestari lingkungan hidup berbasis kearifan lokal  atau Papah Seulingka Nanggroe diterima oleh kelompok Panglima Danau dari Kota Sabang.

Untuk Anugerah Dalong Nanggroe diberikan bagi pelaku adat dan budaya secara perseorangan. Untuk kategori pengrajin warisan seni dan budaya (Peusigak Pusaka Nanggroe) diberikan kepada Dahlia Zainun dari Aceh Besar. Kategori penjaga warisan adat dan budaya (Peuhiroe Peukateun Nanggroe) diberikan kepada T. Nur Iman dari Kota Langsa dan kategori penggiat kemanusiaan (Peureumeun Aneuk Nanggroe) diterima oleh Desi Dwiyanti dari Aceh Tamiang.

Kepada para penerima Anugerah, Wali Nanggroe menyerahkan tropi, sertifikat serta dana bimbingan. Selain itu, seluruh nominator dari setiap kategori mendapatkan sertifikat yang langsung diserahkan oleh Wali Nanggroe.

ADS_IMAGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here