Bahkan Dunia Tidak Mampu Imbangi Gaya Hidup Nyampah Manusia

Penulis : Agus Fajri

0
60
Sampah Plastik Mengancam Lingkungan (Gambar : theaseanpost)
ADS_Area

acehaktual.com|Banda Aceh,- Perkembangan dunia begitu cepat, sebanding lurus dengan gaya hidup manusia. Gaya tidak sehat menjadi suatu yang begitu diminati sehingga berefek kepada hidup tidak sehat. Tidak hanya bagi manusianya namun tidak bagi bumi itu sendiri.

Misalnya pada penggunaan sampah plastik yang kini sangat mengotori dunia. Sebuah momok yang mengantarkan dunia kepada kehancuran. Dimana-mana sampah plastik telah menyebabkan permasalahan bagi lingkungan hidup. Tidak hanya manusia, makhluk lain juga ikut terkena imbas.

ADS_IMAGE

Ekosistem yang begitu besar telah hancur akibat dari penggunaan plastik. Kemampuan manusia menghasilkan sampah ternyata tidak berbanding lurus dengan kemampuan mengolahnya. Gaya hidup yang merusak lingkungan terus dilakukan.

Bisa dikatakan jika manusia terlalu banyak gaya sehingga tidak mampu disebanding luruskan oleh alam. Dunia ini kalah dengan perkembangan manusia yang begitu pesat. Bahkan usaha memperbaiki dunia disalah gunakan industri untuk merusak dunia dengan lebih mengerikan lagi.

Sebut saja plastik itu sendiri, dimana penemu plastik adalah orang yang sangat mencintai lingkungan. Leo Hendrik Baekelan, ia merasa penggunaan kertas sebagai pembungkus sangat mengancam keselamatan lingkungan. Dimana pohon-pohon terus ditebang untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Penemu Kantong Plastik (Gambar : ramaingntahu.blogspot.com)

Ia bercita-cita dimasa depan orang akan membawa satu kantong yang bisa digunakan berulang-ulang. Hal ini akan membuat kebutuhan terhadap kertas berkurang, serta akan menyelamatkan dunia dari bencana kehabisan pohon. Sebuah tas sintetis yang ringan, tipis dan kuat. inilah apa yang kita kenal dengan kantong plastik.

Namun begitu mudahnya penggunaan plastik dengan harga yang begitu murah, telah dimanfaatkan kearah yang salah oleh ummat manusia. Produksi secara masal dan dengan mudahnya mengganti plastik yang bagus dengan yang baru. Segera sampah baru terbentuk dan mengundang kekhawatiran baru.

Kepintaran dan nafsu manusia yang tidak di imbangi kesehatan akal berbuah pada kerusakan. Sudah saatnya manusia menjadi relawan lingkungan bagi bumi. Terutama di daerah tempat tinggal sendiri dengan mengurangi sampah plastik. Baik itu dengan menggunakan satu plastik berulang-ulang atau langsung memusnahkannya dengan cara dibakar.

Bisa juga dibuang dengan tidak sembarangan seperti ke tong sampah yang yang disediakan dinas kebersihan agar sampah tersebut di olah dengan tepat. Namun tetap mengurangi penggunaan serta produksi plastik yang terlalu masih adalah cara yang paling baik. Mari kita jaga bumi kita agar senantiansa berumur panjang.

ADS_IMAGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here