Ketua Fraksi PKS Apresiasi Maulid Akbar Kota Banda Aceh

0
53
ADS_Area

ACEHAKTUAL.COM I Banda Aceh – Kota Banda Aceh sebagai ibukota Provinsi Aceh baru saja melaksanakan Peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW tahun 1441 H. Acara ini direncanakan akan menjadi agenda rutin pemko Banda Aceh setiap tahunnya.

Untuk acara tahun ini sebanyak 25.000 tamu undangan hadir dan berkumpul di lapangan Blang Padang untuk menikmati 808 hidangan maulid serta mendengarkan ceramah da’i kondang nasional ustadz Dr. H. Das’ad Latief, S. Sos. S. Ag. M. Si. Ph. D yang mampu meraih decak kagum masyarakat dari setiap isi ceramah yang beliau sampaikan.

ADS_IMAGE

Tuanku Muhammad selaku ketua fraksi PKS DPRK Banda Aceh memberi apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Akbar ini. Melalui maulid ini bisa terjalin silaturahim yang kuat antar seluruh unsur pemerintahan kota Banda Aceh mulai dari tingkat pemerintahan kota hingga kecamatan dan desa dengan masyarakat. Selain itu 1000 anak yatim turut diundang dan diberi santunan serta bingkisan.

“Kita bisa lihat sendiri hikmah dari perayaan Maulid Akbar kota Banda Aceh ini, ada moment dimana masyarakat bisa bersilaturahim dengan penuh rasa bahagia dan gembira. Dulunya mungkin kita akan berfikir sulit untuk bisa berkumpul seramai dan sebahagia ini, tetapi ternyata melalui acara maulid ini semua bisa terjadi.” Kata Tuanku.

Maulid di Aceh merupakan tradisi yang sudah berkembang di masyarakat jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat yaitu sejak masa Kesultanan Aceh Darussalam. Secara subtansi perayaan ini menggambarkan tentang wujud kegembiraan dan penghormatan masyarakat Aceh kepada Nabi Muhammad SAW selaku Nabi terakhir dan yang paling mulia di sisi Allah SWT.

Dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kota Banda Aceh tahun ini juga hadir para tamu undangan dari luar negeri  yang ingin melihat langsung agenda besar ini. Tentu ini bisa menjadi  magnet kedepannya untuk mengundang kedatangan turis mancanegara untuk datang lebih banyak lagi ke kota Banda Aceh.

“Maulid tidak bisa dipandang hanya dengan melihat tradisi kenduri saja yang identik dengan makan-makan. Tapi ada banyak hal positif yang bisa kita dapatkan. Sebab itu hal ini harus tetap kita pertahankan dan kita jaga agar rahmat dan keberkahan selalu kita dapatkan di kota Banda Aceh khususnya. Jadi sesuatu yang bisa membawa kebaikan meskipun tidak ada di zaman Rasul saya kira itu sah saja untuk dilakukan. Apalagi kita ketahui bersama bahwa kita merayakan maulid bukan untuk menjadikan Rasul sebagai anak tuhan seperti yang dilakukan oleh orang Nasrani, tapi lebih kepada untuk menambah rasa cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW.” Ucap Tuanku.

ADS_IMAGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here