Tarbiyah Islamiyah Madzhab Syafi’i Kota Banda Aceh di Kukuhkan

Penulis ; Fauzan

0
90
Pimpinan Tarbiyah Islamiyah Madzhab Syafi'i kota Banda Aceh. Tuanku Muhammad. Foto : Fauzan
ADS_Area

ACEHAKTUAL.COM I Banda Aceh- Tuanku Muhammad atau Tumad di kukuhkan sebagai  pimpinan Tarbiyah Islamiyah Madzhab Syafi’i kota Banda Aceh.

Deklarasi ini di tandai dengan pengibaran bendera sangsaka Tarbiyah Islamiyah Madzhab Syafi’i di komplek Makam Syiah Kuala, Banda Aceh, Sabtu (14/3/2020.)

ADS_IMAGE

Deklarasi tersebutkan bertepatan Haul Imam Syafi’i Ra. Dan Haul Tarbiyah Islamiyah Madzhab Syafi’i. Aceh, Acara dibuka oleh Pimpinan Tarbiyah Islamiyah (Tarbiah Islamiah) Mazhab Syafi’i, Tgk. H. Usman Ibni Abdillah (Abati Banda Dua).

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Forbes DPD/DPRI Aceh, H. M. Nasir Djamil, Ketua DPRK Banda Aceh,  Farid Nyak Umar,  perwakilan Poltabes Banda Aceh dan Dandim 0101/BS, tokoh masyarakat dan pengurus Tarbiyah Islamiyah Madzhab Syafi’i yang berasal dari Aceh Utara, Lhuksemawe dan Kota Banda Aceh.

Tumad dalam sambutannya menyatakan Tarbiyah Islamiyah Madzhab Syafi’i lahir di cetus oleh Tuanku Keumala, gerakan ini lahirnya pada masa konflik, Aceh melawan Belanda,  akibat konflik itu sekolah dan pengajian terabaikan, maka banyak kerusakan moral di tengah masyarakat Aceh pada umumnya.

“Pada saat itu Tuangku  Raja Keumala  pulang dari Mekkah, lalu mengumpulkan ulama-ulama Aceh di Gampong Pande, Kutaradja, diantanya Tgk. Hasan Krueng Kale dan Abuya Mudawali. Inti pertemuannya bagaimana di setiap gampong harus ada balai pengajian,” ujar Ketua Fraksi PKS DPRK Banda Aceh.

Tuanku Raja Keumala, kata Tumad, tidak ingin generasi Aceh bodoh dan buta huruf. Jadi  itulah asal muasal lahirnya Tarbiyah Islamiyah Madzhab Syafi’i. Kalo sekarang banyak aliran-aliran sesat lahir, salah satunya diakibatkan kurangnya balai-balai pengajian.

“Semangat Tarbiyah Islamiyah Madzhab Syafi’i akan kita kuatkan di Kota Banda Aceh, sehingga bagaiamana gampong-gampong ada ada balai pengajian, sebagaimana Aceh sebagai ibu kota, harus mempu mengembangkannya,” janji Tumad.

Putri Tarbiyah Islamiah Mazhab Syafii Aceh mengibarkan bendera sebagai deklarasinya di Banda Aceh. Foto : Fauzan

Dengan adanya balai pengajian tersebut kata Tumad, syariat Islam di Banda Aceh akan tegak dan kuat. Selema ini tidak tegak karena banyak generasi tidak mengerti syariat Islam.

“Apa bila tegaknya syariat Islam, siap saia yang membawa aliran sesat,  maka di Banda Aceh tidak akan hidup aliran tersebet. “ ujarnya.

ADS_IMAGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here