Komunitas Mahasiswa Lakukan Aksi Hijau di Masa New Normal

0
45
Ketua Komunitas Zero Waste Pioneer Izzah Mujahidah . Foto : Istimewa
ADS_Area

Banda Aceh – Masa Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir 6 bulan tidak menghalangi kreativitas anak-anak muda untuk peduli terhadap lingkungan.

Beberapa komunitas berkolaborasi melakukan aksi event Gardening bertema Let’s Get Planting for Nature’s Birth di Taman Hutan Kota di Tibang.

ADS_IMAGE

Ketua Komunitas Zero Waste Pioneer Izzah Mujahidah mengatakan bahwa kegiatan ini adalah upaya mereka untuk ikut menghijaukan dunia dan memperbaiki kualitas udara dan lingkungan. Selain untuk membunuh kebosanan karena pembatasan aktivitas akibat pandemi.

Bersama komunitas English Department Students Association (EDSA) Ar-Raniry dan Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (Kophi) Aceh beranggotakan mahasiswa UIN dan UNSYIAH melalui event Gardening bertema Let’s Get Planting for Nature’s Birth, tiga komunitas ini menyediakan wadah bagi para anggotanya yang rata-rata merupakan mahasiswa untuk belajar bercocok tanam sekaligus menghijaukan taman.

Kegiatan ini juga dibuat untuk meningkatkan kepedulian para relawan terhadap lingkungan dan wahana hijau. Dengan begitu, mereka dapat mengisi waktu dengan kegiatan positif dan bermanfaat, tanpa harus takut terhadap ancaman virus secara berlebihan.

Hal ini dituturkan oleh Izzah Mujahidah selaku Ketua Zero Waste Pioneer di sela-sela acara, Sabtu (18/7/2020).

Ia menambahkan, acara ini tidak dibuka untuk umum dan diselenggarakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Semua peserta diwajibkan untuk memakai masker dan menjaga jarak.

Gardening dapat terlaksana di Taman Hutan Kota Tibang Banda Aceh setelah memperoleh izin kegiatan dari Polsek Syiah Kuala dan izin lokasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Keindahan Kota Banda Aceh (DLHK3).

“Kita bergerak dengan memperhatikan protokol kesehatan, insyaallah keamanan akan terjamin,” kata Izzah.

Ketua Kophi, Cut Della Razaqna mengatakan, aksi ini merupakan salah satu jawaban untuk para pecinta lingkungan yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan menanam, tetapi tidak memiliki lahan untuk itu. Di sini, para relawan dapat bercocok tanam ala kekinian secara gratis.

Kegiatan ini didukung oleh Badan Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Krueng Aceh berupa 100 bibit pohon dengan 7 variasi tanaman yang berbeda. Bibit tersebut adalah durian, tanjung, jambu air, sirsak, ketapang kencana, jamblang dan pucuk merah. Selain itu, ada pula dukungan dari DLHK3 Banda Aceh berupa plastik sampah dan konsumsi untuk peserta.

“Alhamdulilah kita dapat dukungan dari beberapa dinas, jadi kita bisa buat acara gratis meski hanya untuk anggota internal komunitas,” terangnya.

Presiden EDSA Ar-Raniry, Iqbal Azis berharap, aksi nyata hari ini dapat memotivasi orang-orang khususnya generasi muda untuk bisa bertanggung jawab dalam menjaga lingkugan.

” Toh aksi positif itu enggak hanya gowes,” celutuk Arief, member of Public Relation EDSA UIN Ar-Raniry.

Petugas yang berperan dalam perawatan dan pemeliharan Hutan Kota Hutan Kota Tibang Banda Aceh, Pak Mendoan mengatakan, Aksi Gardening ini merupakan kegiatan yang menguntungkan orang banyak. Selain mahasiswa yang bisa belajar dan berenang-senang dengan menanam, ini juga membantu pelestarian lingkungan hijau Kota Banda Aceh.

Ia mengaku aksi sosial seperti ini sangat disenanginya. Beliau berharap, akan banyak kegiatan semacam ini ke depannya.

“Aksi menanam merupakan investasi jangka panjang untuk kelestarian lingkungan dan kawasan hijau, terlebih jika yang ditanam merupakan pohon berbuah yang siap dikonsumsi di taman,” katanya.

ADS_IMAGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here