Nanggroe Sejarah Rinduku

Moes Subulussalam

0
105
Bionarasi Penulis Muslem, S.Pt dengan nama pena Moes Subulussalam. Kelahiran Bireuen, tahun 1972, seorang da'i dan guru. Pendiri dan pengelola Sekolah Islam Terpadu Abqari Kota Subulussalam Aceh. baru menghasilkan 51 buku antologi bersama. Baru menghasilkan satu buku solo, novel Keajaiban Rindu Baitullah. Saat ini mengajar siswa SMA di sekolah internasional Ihram Cizade College Istanbul Turki. Ig moes_subulussalam.
ADS_Area

Omar menatap Ummi yang sudah sepuh itu, dia dengar dengan baik apa yang beliau ungkapkan.

“Abumu sudah bertahun meninggalkan kita. dari enam anak Ummi hanya kamu yang tertarik mengetahui silsilah keluarga. Kakek dan Nenekmu jauh datang dari negeri Timur Tengah mereka tinggalkan Yaman menuju ke sini. Kamu harus cari keluarga kita, sambung lagi tali silaturrahmi,” ucap Umminya perlahan

ADS_IMAGE

“Ummi, ingat pesan Abumu, catatan kakek dibawa ke Belanda sama kawannya. Kamu harus telusuri lagi.”

“Baik Ummi, Omar akan ingat pesan ini. Omar akan berusaha untuk melaksanakannya.”

Perlahan Umminya turun dari rumah panggung itu, kakinya menginjak batu sungai yang tersusun rapi di halaman rumah, rindang pohon menaungi halaman itu menambah kesejukan sore yang baru saja hujan berhenti.

Omar mengikuti Umminya dari belakang.

“Lihat sungai itu Nak, air kuning yang meluap tidak lama lagi akan surut kembali. Akan datang lagi air jernih seperti semula. Begitulah hidup kita, jernihkan dia dengan perjalanan silaturrahmi, cari saudara kakek buyutmu, jangan sampai terputus.” Umminya menatap sungai lebar yang airnya deras mengalir. Sungai yang tepat berada tidak jauh dari rumahnya.

Omar mengingat kembali dialog dia dengan Umminya suatu ketika. Dari cerita Ummi dia baru tahu ternyata Kakeknya merupakan sepupu Tgk Chik di Tiro. Ketika pergi haji beliau berperan mengislamkan Snouck Hurgronje atau yang lebih dikenal dengan nama Tgk Puteh yang berkawan dengannya. Tokoh yang berperan besar dalam mengatur strategi untuk mengalahkan pejuang Aceh, yang selama ini tidak pernah bisa di kalahkan.

Salah satu strategi yang dilakukan dia pura-pura masuk Islam. Doktor teologi dari universitas Leiden ini mengaku pada temannya pura-pura masuk ke dalam Islam. Belajar ilmu Islam sampai ke Makkah. kemudian dia pulang ke tempat tugasnya menyebarkan pemahaman pemisahan agama dengan kehidupan.

Snouck yang fasih berbahasa Arab, menulis lebih dari 1400 makalah tentang situasi Aceh dan kondisi Islam saat itu. Mempengaruhi kebijakan pemerintah Hindia Belanda untuk melakukan strategi yang berbeda dengan daerah lainnya.

Omar ketika belum menikah tidak pernah terpikir untuk mencari silsilah keluarganya, ide ini muncul ketika dia sudah berkeluarga dan anaknya mulai besar. Selama ini hanya mendengar cerita tentang keluarganya sekilas saja dan tidak peduli, sampai kemudian ketika kesadaran itu datang bahwa cerita perjuangan kakek buyut melawan penjajah Belanda harus diturunkan ke anaknya. Dia mulai membaca beberapa literatur, sangat terkejut ketika dia tahu ternyata Kakek buyut adalah penulis, pejuang yang catatannya terdapat di beberapa tempat termasuk di Belanda. Ternyata Kakeknya tokoh terkenal. Omar menghubungi beberapa orang yang tahu tentang sejarah Aceh hingga memperkenalkan dia dengan orang Belanda yang mengetahui tentang catatan Kakeknya.

Semangat bersilaturrahmi, menguak misteri yang tersimpan selama ini mulai bermain di kepalanya, keingintahuan untuk itu mulai menguat kembali. Mulai dia cari literatur kondisi Aceh zaman dahulu.

Umminya yang ayah ibunya salah satu keturunan dari Syaikh Muhammad Thahir masih mampu mengingat kejadian masa lalu yang bersejarah, dia akan menggali lagi informasi lebih lengkap sekaligus ada dua orang bibinya yang masih hidup bisa untuk melengkapi cerita yang didapatkannya.

Omar ingin menelusuri lebih lanjut tentang sejarah orang Aceh yang berasal dari berbagai daerah, bisa jadi cerita ini akan melengkapi puzzle yang selama ini belum lengkap, banyak yang tidak tahu Kakek dan Neneknya dari mana berasal, padahal dari postur tubuh dan wajah mereka menunjukkan bahwa mereka berasal dari luar negeri. Dari literatur yang dia baca disebutkan orang Aceh merupakan keturunan dari orang Turki, Arab, Yaman, Persia, dan India juga China. Tetapi catatan tentang itu semua masih berserak. Semangat pencarian itu mulai menyusup ke dadanya.

Salah seorang kawan yang lagi mengajar di Turki menghubunginya, menanyakan silsilah keluarga Omar. Guru yang di Turki itu juga lagi menelusuri jejak keluarga yang masih buram selama ini. Semangat mereka berpadu, bertekad untuk mempelajari lebih detil lagi tentang sejarah dan proyek menulis ulang dalam bentuk cerita akan mereka laksanakan. Semoga Allah mudahkan.

Istanbul, 21 Juli 2020

ADS_IMAGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here