Ketua DPRK Kecam Pernyataan Presiden Macron Karena Menistakan Nabi Muhammad

0
125
Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar. Foto : Humas DPRK Banda Aceh
ADS_Area

ACEHAKTUAL.COM I Banda Aceh – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, mengecam pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang telah menistakan agama Islam dan menghina Nabi Muhammad saw beberapa waktu lalu.

Kecaman itu disampaikan Farid dalam sidang paripurna DPRK di hadapan pimpinan dan anggota DPRK yang juga turut disaksikan oleh Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, beserta SKPK di jajaran Pemko Banda Aceh, Senin (02/11/2020).

ADS_IMAGE

Menurut Farid, pernyataan yang disampaikan Macron dengan dalih kebebasan berekspresi tersebut tidak tepat sama sekali. Macron dan otoritas Prancis juga menegaskan bahwa hal itu merupakan hak mereka mempublikasikan karikatur Nabi Muhammad. Sikap tersebut tetap disampaikan meskipun mereka mengetahui akan menyinggung umat Muslim.

Farid mengatakan, Indonesia yang juga sebagai negara dengan komunitas terbesar penduduk muslim khususnya di Provinsi Aceh berkepentingan menyuarakan penolakan terhadap pernyataan Macron karena sudah sangat menyakiti umat Islam.

“Kami atas nama pimpinan dan anggota DPRK Banda Aceh mengutuk dan memprotes keras statement Presiden Perancis yang telah menghina Rasulullah saw,” kata Farid.

Kecaman ini kata dia, merupakan bentuk cinta umat Islam kepada baginda Rasulullah saw. Oleh karenanya, bagi siapa pun yang merendahkan beliau, maka umat Islam di mana pun di muka bumi ini wajib membelanya.

“Kita sangat mencintai Rasulullah saw dengan mengagungkan beliau, tentu kita harus membela beliau, karenanya ketika ada upaya menghina beliau dari siapa pun, kita harus menolaknya,” ujarnya.

Sebagai lembaga legislatif yang menjadi wakil masyarakat Banda Aceh Farid menyatakan, apa yang disampaikannya merupakan aspirasi masyarakat untuk menolak upaya penghinaan terhadap Rasulullah saw, apalagi di bulan yang mulia ini, di mana masyarakat sedang memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad saw pada 12 Rabiulawal.

Farid menegaskan, pernyataan Macron itu merupakan pernyataan yang membuka tabir kebodohan dan kebenciannya yang teramat dalam terhadap Islam serta menunjukkan kualitas komunikasinya yang sangat rendah. Dia justru telah memprovokasi agama dengan dalih membela dan mengekspresikan kebebasan berpendapat yang kebablasan. Macron mencoba menghina Islam dan merendahkan kemuliaan Rasulullah Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam.

Disamping itu upaya merendahkan Islam kata Farid, telah berlangsung sejak zaman jahiliyah hingga saat ini. Namun, sekali-kali sungguh kesucian Islam dan kemuliaan Nabi Muhammad saw akan senantiasa terjaga hingga akhir zaman. Farid mengutip hadis riwayat Ad-Daruquthi dan Al-Baihaqy, Rasulullah bersabda, “Islam itu tinggi dan tidak ada yang mengalahkan ketinggiannya.”

Sementara Umar bin Khattab juga pernah mengatakan, “Kita adalah kaum yang Allah muliakan dengan Islam. Tatkala kita mencari kemuliaan dengan selainnya, Allah akan hinakan kita.”

“Insya Allah berbagai upaya dan stigma negatif yang coba ditabalkan akan semakin mengokohkan kecintaan kita terhadap Islam dan Nabi Muhammad saw,” tutur Farid Nyak Umar.(ADV)

 

 

ADS_IMAGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here