Farid Nyak Umar Sampaikan Orasi dalam Aksi Bela Nabi Muhammad bersama Ulama Aceh dan Ormas Islam

0
86
ADS_Area

ACEHAKTUAL.COM I Banda Aceh – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar mengikuti aksi bela Nabi Muhammad Saw bersama ulama, ormas, pimpinan lembaga Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), LSM, Mahasiswa, Santri, dayah dan seluruh elemen masyarakat yang berlangsung di depan masjid raya Baiturrahman Banda Aceh, Selasa (03/11/2020).

Sementara Ulama Aceh dan tokoh yang hadir yakni Tu Bulqaini, Ketua PCNU Banda Aceh, Waled Rusli Daud, Ketua RTA, Tgk. Marbawi Yusuf, Ketua FPI Banda Aceh, Tgk Zainuddin Ubiet, Ketua Tastafi Banda Aceh Tgk Umar Rafsanjani.

ADS_IMAGE

Dalam orasinya Farid menyampaikan, ditengah pandemi Covid-19 yang masih terjadi, umat Islam hari ini masih bisa menunjukkan, mewujudkan dan merefleksikan rasa cinta kepada Rasulullah lewat peringatan hari kelahirannya yakni Maulid Nabi Muhammad Saw.

“Sebagai ummat nya kita tidak rela manusia yang dimuliakan oleh Allah Swt. dihina oleh para penduduk bumi, terlebih di saat kita sedang memperingati Maulid Nabi” katanya.

Momentum peringatan Maulid kali ini kata Farid  berbeda dikarenakan kondisi Covid-19 ada pembatasan-pembatasan yang harus dilakukan sebagaimana seruan Pemerintah.

 

Farid melanjutkan, atas nama pimpinan dan anggota DPRK Banda Aceh sebagai wakil rakyat di kota Banda Aceh secara resmi sudah menyampaikan sikap untuk mengecam keras dan mengutuk statement Presiden Prancis Emmanuel Macron yang telah menghina Islam dan menistakan Rasulullah Saw.

“Kami sampaikan dalam sidang paripurna hari Senin (02/11/2020) yang saya pimpin langsung bersama pimpinan dan anggota DPRK Banda Aceh dihadapan Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman,” katanya.

Politisi PKS ini mengatakan , sebagai seorang muslim tentu umat Islam merasa marah dan tidak pernah rela ada orang yang mengolok-olok dan menghinakan Rasulullah Saw. Jika hal itu terjadi di negeri Indonesia maka dia akan diproses secara hukum. Sudah banyak kasus seperti itu diproses karena menistakan Islam dan Nabi Muhammad Saw.

“Mereka diproses secara hukum karena negara kita negara hukum,” tegasnya.

Akan tetapi hari ini, lanjut Farid di belahan bumi lain tepatnya di Prancis, seorang Presiden Prancis Emmanuel Macron menunjukkan kebencian yang teramat dalam kepada Islam dan merendahkan Islam dengan mengizinkan surat kabar menerbitkan karikatur Nabi Muhammad Saw yang sudah jelas dalam agama Islam tidak boleh siapapun untuk menghina dan merendahkan kemuliaan Rasulullah Saw.

Farid mengisahkan dalam perjalanan sejarah, sejak kehidupan Rasulullah Saw. Allah telah menunjukkan bukti dan contoh ketika Abu Jahal dan kroni-kroninya bersepakat melemparkan kotoran ke Rasulullah Saw ketika beliau sedang shalat di sekitar Ka’bah tepatnya di hijr Ismail.

Mereka menuangkan kotoran sehingga membuat sahabat Rasulullah Saw. dan putrinya Fatimah Az-Zahra merasa sedih, tapi ketika Rasulullah berdoa “Ya Allah aku menyerahkan nasib orang Quraisy kepada-Mu”. Kemudian yang terjadi selanjutnya dalam perang Badar, Abu Jahal dan kroni-kroninya terbunuh dan dicampakkan ke dalam sumur Badar.

“Tapi karena Macron masih hidup, kita doakan dia semoga mendapat hidayah,” tuturnya.(ADV)

ADS_IMAGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here