Kisah Sahabat Nabi dan Ulama Menangis Saat Baca Alquran

0
107
Kisah Sahabat Nabi dan Ulama Menangis Saat Baca Alquran. Foto: Ilustrasi Alquran
ADS_Area

Jakarta–Kekhusuan membaca Alquran bisa menyebabkan pembacanya menangis. Bahkan ada orang sampai pingsan dan meninggal saat membaca Alquran.

Pimpinan Pesantren Tahfizh Mutiara Darul Quran Ustaz Teguh Turwanto, menyampaikan, tentang hal ini dalam surah Al-Isra ayat 109 Allah SWT berfirman:

ADS_IMAGE

وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا ۩
“Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'”.(Al-Isra’: 109)

Imam Az-Zamakhsyari di dalam kitab Tafsirnya “Al-Kasyyaf An Haqaiq Ghawamidit Tanzil” menafsirkan ayat wayaziduhum khusyu’an sebagaimana tersebut di atas (surah Al-Isra’ ayat 109). Yakni Alquran itu membuat mereka bertambah lembut hatinya dan basah matanya. Dengan kata lain, orang yang membaca Alquran dapat membuat hati semakin lembut dan membuat dia menangis.

Tangisan saat membaca Alquran menunjukkan hadirnya “ruh” saat membaca atau menghadirkan hati untuk merenungi dan meresapi apa yang difirmankan oleh Allah.
“Banyak kisah terkait sahabat, tabiin dan ulama yang biasa menangis ketika membaca Alquran,” kata Ustaz Teguh saat menyampaikan tausiyah virtual, Kamis (5/11).

Di antaranya kata Ustadz Teguh adalah kisah Umar bin Khattab yang sholat subuh berjamaah. Beliau membaca surat Yusuf, lalu beliau menangis hingga mengalir air matanya sampai tenggorokan.

Dalam suatu riwayat pula disebutkan bahwa ketika beliau sholat Isya’ beliau mengulang-ulang ayat yang beliau baca. Ada pula riwayat yang menceritakan bahwa beliau menangis sampai terdengar tangisannya dari saf belakang.

Abu Raja’ pun memiliki kisah tentang Ibnu Abbas. “Aku melihat Ibnu Abbas dan di bawah matanya seperti ada bekas aliran air mata.” Selain itu ada pula kisah dari Abu Shalih. “Orang-orang penduduk Yaman datang kepada Abu Bakar As-Shiddiq yang sedang membaca Alquran dan menangis lalu beliau berkata: “Beginilah kami (yang membaca Alquran hingga menangis).

Hisyam juga mengisahkan tentang Muhammad bin Sirrin. “Barangkali aku mendengar tangisan Muhammad bin Sirrin di malam hari ketika salat.” Masih banyak lagi kisah-kisah tentang para sahabat, tabiin dan ulama ketika membaca Alquran pasti akan menangis karena meresapi apa yang terdapat dalam ayat-ayat yang ia baca.

 

Bukan hanya menangis, ternyata dengan menghadirkan “ruh” saat membaca Alquran bisa membuat pingsan bagi para ulama terdahulu, bahkan tidak sedikit di antara mereka yang menghembuskan nyawa ketika membaca AlQuran.

Dinukil dari kitab At-Tibyan Fi Adabi Hamlatil Quran karya Imam Nawawi rahimahullah: Kami meriwayatkan dari Bahz bin Hakim, bahwa Zurarah bin Aufa, seorang tabi’in mulia, mengimani orang-orang sholat Fajar, lalu ia membaca hingga sampai surah:

فَإِذَا نُقِرَ فِى ٱلنَّاقُورِ (8) فَذَٰلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ (9)

“Maka apabila sangkakala ditiup, maka itulah hari yang serba sulit.” (Al-Muddatstsir: 8-9).

Ia kemudian tersungkur tak bernyawa. Bahz berkata, “Aku termasuk di antara yang menggotongnya.”

Ahmad bin Abu Al-Hawari berjuluk selasih Syam, seperti yang dikatakan Abul Qasim Al-Junaid, ketika dibacakan Alquran di dekatnya, ia berteriak dan pingsan.(republika.co.id)

 

ADS_IMAGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here