Akhirnya Nova Hadir Sampaikan Raqan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBA 2019

0
100
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menyerahkan Raqan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBA 2019 kepada Ketua DPRA Dahlan Jamaluddin di Gedung DPRA, Banda Aceh. Foto : Humas DPRA
ADS_Area

ACEHAKTUAL.COM I Banda Aceh – Setelah sempat tidak hadir beberapa kali untuk menyampaikan Rancangan Qanun (Raqan) Pertanggungjawaban  Pelaksanaan APBA 2019, akhirnya setelah di lantik menjadi Gubenrur  Aceh, Nova iriansyah berkenan hadir.

Nova hadir dalam rapat paripurna DPRA, Senin (9/11/2020), seharusmya petinggi Demokrat Aceh ini di jadwalkan hadir pada awal September 2020 lalu.

ADS_IMAGE

Dua bulan lalu, hubungan Nova dengan DPRA sempat memanas, setelah  pusat turun tangan pemerintah pusat dan dilantiknya Nova menjadi  Gubenur Aceh menggantikan Irwnadi Yusuf, hubungan kedunya sedikit  melunak.

Kehadiran Nova ke dalam rapat paripurna tersebut menandakan hubungan  eksekutif – legislatif sudah mulai melunak.

Pada sidang paripurna tersebut dihadiri Ketua Dewan Perwakilan Rakyat  Aceh (DPRA) Dahlan Jamaluddin dan seluruh pimpinan DPRA.

Dalam kata sambutannya,Nova mengucapkan terima kasih kepada dewan yang  yang telah mengagendakan persidangan dewan dengan acara Penyampaian  Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBA Tahun Anggaran 2019.

Menurut Nova, Kegiatan Pemerintah Aceh tidak terlepas dari pelaksanaan  APBA tahun 2019 yang ditetapkan dengan Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2019,  dengan Anggaran pendapatan sebesar Rp 15,69 T, dan Anggaran Belanja sebesar Rp 17,32 T.

“Realisasi Anggaran Pendapatan Aceh pada Tahun 2019 sebesar Rp 15,75 T. Atau jika
dipersentasekan sebesar 100,38%,” ujarnya.

Dikatakan Nova, prioritas pembangunan untuk Provinsi Aceh dijabarkan  dalam 10 prioritas pembangunan Daerah Aceh mengacu pada beberapa indikator sosial ekonomi, seperti tingkat pertumbuhan ekonomi, peningkatan jumlah penduduk dan kebijakan Pemerintah pusat.

Prioritas pembangunan Aceh diarahkan kepada sektor investasi dan produksi dengan penguatan pada fungsi ekonomi. Selanjutnya maka  penetapan prioritas pada pembangunan ekonomi, pembangunan sumber daya  manusia, kesejahteraan sosial, reformasi birokrasi dan sistem informasi yang terintegrasi dengan sumber APBN, APBA, APBK, dan Pendanaan Luar Negeri.

“Oleh karena itu, investasi merupakan pilihan yang tepat untuk menjawab permasalahan dan tantangan yang dihadapi Pemerintah Aceh menuju Aceh hebat,”urainya.

“Berdasarkan sejumlah asumsi yang telah ditetapkan, dana perimbangan
direncanakan pada tahun 2019 sebesar Rp 4,23 T ,” tambahnya.

Namun, terealisasi sebesar Rp 4,28 T. Adapun kelebihan tersebut  disebabkan adanya transfer dana alokasi umum. Sementara itu, dana otonomi khusus, penerimaannya mencapai 99,23%, yaitu sebesar Rp 8,77 T

Sedangkan Belanja tidak langsung atau belanja yang mendukung kegiatan Pemerintahan Aceh dapat direalisasikan sebesar Rp 6,79 T digunakan untuk membayar belanja pegawai, belanja hibah, bantuan sosial, bagi hasil pajak serta bantuan keuangan kepada Kabupaten/Kota.

Sementara, belanja langsung yang dijabarkan dalam program dan kegiatan, direncanakan sebesar Rp 10,74 T dan direalisasikan sebesar Rp 9,23 T, terdiri atas Belanja Pegawai sebesar Rp 605,956 M, Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp 4,51 T dan untuk komponen Belanja Modal sebesar Rp 3,16 T.

“Pembiayaan Pemerintah Aceh pada Tahun Anggaran 2019 terdiri dari penerimaan pembiayaan, yaitu dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) tahun lalu (tahun 2018) sebesar Rp 2,95 dan defisit sebesar Rp 35,08 M, dan dana cadangan sebesar Rp 75,31 M. Sehingga diperoleh Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Tahun Anggaran 2019 sebesar Rp 2,85 T,”sebutnya.

Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh yang kami sampaikan sebagai dokumen pertanggungjawaban pelaksanaan APBA Tahun Anggaran 2019, juga disertakan laporan arus kas dan neraca Tahun Anggaran 2019 yang telah di audit oleh BPK-RI.

“Alhamdulillah pada Tahun Anggaran 2019, program dan kegiatan yang telah direncanakan pada setiap SKPA telah dapat direalisasikan seluruhnya dengan realisasi keuangan rata-rata di atas 90%, untuk itu, saya atas nama Pemerintah Aceh juga mengucapkan terima kasih kepada Anggota Dewan yang telah mengawasi pelaksanaannya serta melaksanakan Rapat Pembahasan Rancangan Qanun Aceh tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBA Tahun 2019 di tengah pandemi Covid-19 yang semakin meningkat penyebarannya di Aceh, “demikian Nova.

ADS_IMAGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here