Anggota Komisi I DPRA Fuadri Minta Gubernur Lanjutkan Pembangunan  RS Regional 5 Daerah

0
209
Foto : Facebook
ADS_Area

ACEHAKTUAL.COM I Banda Aceh – Anggota Komisi I DPR Aceh , Fuadri SSi MSi meminta Pemerintah Aceh untuk menuntaskan pembangunan Rumah Sakit (RS) regional di 5 daerah yang telah di tetapkan dalam qanun.

Hal di katakan Fuadri, dalam rapat paripurna DPRA dalam rangka penandatanganan nota kesepakatan bersama terhadap KUA dan PPAS tahun anggaran, Jumat (20/11/2020).

ADS_IMAGE

“Saya hanya ingin mengingatkan kepada Pak Gubernur, bahwa pemerintah Aceh sudah menetapkan sebuah Qanun pelayanan kesehatan masyarakat, dalam hal ini diwujudkan dalam bentuk pembangunan rumah sakit regional di 5 daerah,” sebutnya.

Fuadri yang merupakan anggota DPRA dari daerah pemilihan Nagan Raya dan Aceh Barat mengatakan, kebijakan pembangunan ini sudah  dilaksanakan beberapa tahun lalu, ini menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemerintah Aceh karena itu belum tuntas.

“Kami hanya mengingatkan Pak Gubernur, kalau memang Pak Gubernur merasa bahwa rumah sakit ini dirasakan penting bagi rakyat, tentu masalah ini akan selesai hingga tahun 2021,” ujarnya.

Lebih lanjut mantan Wakil Bupati Aceh Barat mengatakan, rakyat Aceh hari ini sudah diberikan premi yang nilainya sampai Rp. 1 triliun lebih setiap tahunnya untuk dapat dilayani dengan baik.

“Kita bayar ke BPJS akan tetapi pelayanan yang dirasakan tidak maksimal, banyak rakyat yang mengeluh harus ke Kota Banda Aceh (RSUZA-red) untuk mendapatkan pelayanan yang prima. Saya pikir dengan membangun RS tersebut seolusinya,” ujarnya.

Dengan adanya RS regional tersebut, tambah Fuadri, dapat memperpendek rentang dan jarak, sehingga masyarakat juga tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit untuk berobat.

Adapun kelima RS itu tersebar di Aceh Barat, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Bireuen dan Langsa. Dari lima daerah itu, hanya RS di Aceh Selatan, Aceh Barat, dan Aceh Tengah.

Sebelumnya, Komisi V DPR Aceh menilai pemerintah tidak serius membangun RS regional tersebut, karena lembanya anggaran untuk memabangun.

Sebagaiman di kutip dari aceh.tribunnews.com Anggota Komisi V DPRA, Tarmizi SP kepada Serambi, mengatakan, pada saat pembahasan pihaknya melihat anggaran pembangunan RS Regional sangat kecil. Untuk lima rumah sakit itu, kata Tarmizi, hanya tersedia Rp 80 miliar.

Mereka mempertanyakan kepada dinas mengapa anggaran pembangunan RS Regional kecil dan seperti tidak menjadi prioritas. Adapu dana itu dibagi untuk RS Regional Langsa Rp 20 miliar, RS Regional dr Yuliddin Away Tapaktuan Rp 20 miliar, RS Aceh Tengah Rp 10 miliar, RS Regional Cut Nyak Dhien Meulaboh, Aceh Barat Rp 20 juta dan RS Regional dr Fauziah Bireuen Rp 10 miliar.

“Kita berharap untuk tahun 2021 bisa dianggarkan minimal Rp 50 miliar untuk Aceh Selatan, itu sudah selesai tahun 2022. Untuk Aceh Barat butuh 100 miliar. Kalau Aceh Tengah butuh sedikit lagi. Tapi faktanya hanya dianggarkan 20 miliar. Ternyata sangat kecil,” ungkap Tarmizi.

Politisi Partai Aceh menilai TAPA tidak serius dan main-main dalam pembangunan. Informasi yang didapat dari dinas, dana itu dipangkas oleh TAPA yang ketuanya Sekda Aceh, dr Taqwallah. “Mereka lebih fokus kepada pembangunan yang kurang prioritas,” kata Tarmizi.

 

 

 

 

ADS_IMAGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here