Gubernur Aceh Ajukan RAPBA 2021 Sebesar Rp 16,9 Triliun.

ACEHAKTUAL.COM I Banda Aceh – Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengajukan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (RAPBA) 2021 senilai Rp 16,9 triliun. Ada empat program prioritas yang bakal dijalankan tahun depan.

Pengajuan tersebut di sampaikan Nova dalam sidang paripurna DPRA di Gedung DPRA menyampaikan Pengantar Nota Keuangan RAPBA 2021, Rabu (25/11/2020). Rapat dipimpin Ketua DPR Aceh Dahlan Jamaluddin serta dihadiri sejumlah anggota Dewan.

Belanja pembangunan sebesar Rp 16,990 trilliun, akan dimanfaatkan untuk pelaksanaan empat program prioritas tahun 2021. Pertama mendorong pemulihan agro industri dan pemberdayaan UMKM, kedua Peningkatan Sumber Daya Manusia yang Berdaya saing. Ketiga Penguatan Ketahanan dan Kemandirian Pangan, dan keempat Peningktan Kualitas Pelayanan Kesehatan.

“Rancangan APBA Tahun Anggaran 2021 telah kami harmonisasikan dengan 4 (empat) prioritas pembangunan Aceh yang telah diselaraskan dengan 15 (lima belas) Program Unggulan Gubernur Aceh periode 2017-2022 sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) Tahun 2021,” kata Nova.

Menurut Nova,  secara garis besar hasil pelaksanaan APBA Tahun Anggaran 2020 yang telah dapat direalisasikan sampai dengan 19 November 2020 dengan rincian sebagai berikut:

Anggaran Pendapatan Aceh sebesar Rp.14.005.401.514.224, realisasinya sebesar Rp.11.514.237.212 atau setara dengan 82,21%. Sedangkan Anggaran Belanja Aceh sebesar Rp.15.827.709.393.003, realisasinya telah mencapai Rp.8.584.107.864.042 atau setara 54,23 %.

Berkenaan dengan usulan RAPBA Tahun Anggaran 2021, sebut Nova, secara rinci dapat sebagai berikut :

Pendapatan

Arah dan kebijakan pendapatan Aceh pada tahun 2021 diarahkan pada optimalisasi Pendapatan Asli Aceh, dengan prediksi yang logis serta memaksimalkan pendapatan transfer dari Pemerintah Pusat berdasarkan analisis terhadap beberapa asumsi yang mempengaruhinya.

Dilihat dari struktur Pendapa tan Aceh , sebesar Rp.14.183.394.212.942, terjadi kenaikan sebesar Rp.177.992.698.718, atau 1,27% dibanding dengan Pendapatan Aceh tahun 2020 senilai Rp.14.005.401.514.224.

Dikarenakan penyesuaian dana transfer dari Pemerintah pusat dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh dan Qanun Aceh Nomor 1 Tahun 2008 juncto Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Aceh serta sesuaidengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Pendapatan Aceh yang dialokasikan dalam RAPBA Tahun Anggaran 2021, berasal dari 3 (tiga) sumber penerimaan.

Adapun Struktur Pendapatan Aceh terdiri dari:

  1. Pendapatan Asli Aceh;
  2. Pendapatan Transfer;
  3. Lain-lain Pendapatan Aceh Yang Sah.

Kemudian, penyusunan RAPBA Tahun anggaran 2021 yang menyangkut dengan anggaran penerimaan Pendapatan Asli Aceh dilakukan berdasarkan angka realisasi dan proyeksi sumber penerimaan yang diperkirakan akan diterima dalam tahun anggaran berkenaan. Sedangkan alokasi jenis penerimaan Pendapatan Transfer termasuk Dana Otonomi

“Khusus yang dianggarkan dalam RAPBA tahun Anggaran 2021, merupakan angka pagu Tahun Anggaran 2020 yang telah disesuaikan dengan penetapan peraturan perundangundangan dari Pemerintah Pusat,” tambahnya.

Berdasarkan perkiraan tersebut di atas, tambah Nova, maka alokasi anggaran Pendapatan Asli Aceh Tahun Anggaran 2021 direncanakan sebesar Rp.2.401.682.455.965, atau mengalami peningkatan sebesar 9% dari tahun sebelumnya yang  ditetapkan sebesar Rp.2.184.607.197.048.

Selanjutnya pagu alokasi Pendapatan Transfer Tahun Anggaran 2021 di anggarkan sebesar Rp.11.754.301.755.400, atau mengalami penurunan sebesar Rp.64.398.581.776, atau 0,54% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp.11.818.700.337.176, karena terjadi penyesuaian nomenklatur.

Adapun Jumlah lain-lain pendapatan Aceh yang Sah Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp.27.410.001.577, atau mengalami peningkatan sebesar Rp.25.316.021.577, atau 1.208,99% dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp.2.093.980.000. Peningkatan yang sangat signifikan ini juga terjadi karena penyesuaian nomenklatur.

Secara keseluruhan Anggaran Pendapatan Aceh Tahun Anggaran 2021 direncanakan sebesar Rp.14.183.394.212.942, atau mengalami kenaikan dibanding dengan APBA Tahun Anggaran 2020 setelah dilakukan Refocussing Kegiatan dan Realokasi Anggaran Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yaitu sebesar Rp.14.005.401.514.224

Belanja

Anggaran Belanja Aceh dalam RAPBA Tahun Anggaran 2021, difokuskan untuk penyelenggaraan urusan wajib pelayanan dasar dan urusan wajib tidak terkait dengan pelayanan dasar dengan memperhatikan skala prioritas berdasarkan 4 prioritas RKPA Tahun 2021 yang telah diselaraskan dengan 15 program unggulan Gubernur Aceh.

Dengan alokasi anggaran belanja dalam RAPBA Tahun Anggaran 2021 sebesar Rp.16.990.469.972.136, mengalami kenaikan sebesar 7,35% dari tahun anggaran sebelumnya setelah dilakukan Refocussing Kegiatan dan Realokasi Anggaran Dalam Rangka Percepatan Penanganan  Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebesar Rp.15.827.709.393.003.

Anggaran Pembiayaan

Adapun anggaran pembiayaan dalam RAPBA Tahun Anggaran 2021 , penerimaannya di anggarkan sebesar Rp.2.887.075.759.194, yang bersumber dari prediksi Sisa Lebih Perhi tungan Anggaran (Si LPA) Tahun anggaran sebelumnya.

Sedangkan Pengeluaran Pembiayaan Aceh antara lain Rp.65.000.000.000, yang dialokasikan untuk Pembentukan Dana Cadangan , penyertaan modal PEMA sebesar Rp.10.000.000.000, serta Perseroan Terbatas Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Mustaqim Aceh sebesar Rp.5.000.000.000, sehingga total pembiayaan Aceh adalah Rp.80.000.000.000. (parlementaria)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here