Anak-anak Pengungsi Gempa Bumi Sulbar Dibayangi Trauma

0
104
Kondisi Tenda-tenda Pengungsian Korban Gempa Majene (Foto: Hermawan Mappiwali/detikcom)
ADS_Area

Majene – Anak-anak korban gempa bumi berkekuatan 6,2 M di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), kini melawan trauma di tenda-tenda pengungsian. Orang tua mereka harus putar cara agar mereka tetap bisa bermain meski dengan kondisi tidak biasa.

“Kalau kami di sini ada 35 orang dari 7 KK. Dan di sini kita punya 18 orang anak-anak, mereka paling tua kelas 3 SD ke bawah, jadi jumlahnya melebihi kita yang dewasa,” kata seorang pengungsi bernama Nasrung (45) saat berbincang dengan detikcom di tenda pengungsian, di Kawasan Stadion Makarra, Kelurahan Binanga, Mamuju Kota, Minggu (17/1/2021)

ADS_IMAGE

.Nasrung dan puluhan keluarganya itu terlihat menggunakan sebuah tenda darurat dengan ukuran 8 x 5 meter. Selain itu, ada pula rumah semi permanen tak berpenghuni yang dipakai sebagai dapur umum.

“Kalau rumah semi permanen ini badu kita pakai Sabtu (16/1) kemarin, kita bersihkan karena kita lihat resiko jika gempa susulan tidak begitu besar,” kata Nasrung.Dia mengatakan, logistik dan tenda bukan tantangan utama. Bagi dirinya, kesehatan mental bagi anak-anaknya juga penting.

“Anak-anak di sini kalau normal begini mereka main seperti biasa. Tapi kalau hujan, mereka kayak takut, kita bergerak sedikit saja mereka tanya ‘mau ke mana’,” tutur Nasrung.Kendati demikian, anak-anak di tenda pengungsian cukup banyak yang bermain di sekitar tenda-tenda pengungsian.

“Mereka main seperti biasa juga dan kita juga terbantu sama pasokan listrik dan internet yang mulai bagus jadi anak-anak bisa nonton konten-konten anak-anak,” katanya.

Nasrung sendiri menjadi orang yang dituakan di rumpung keluarganya. Dia mengatakan, dia kerap mengedukasi keluarganya agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan mental anak-anak di tenda pengungsian.

“Seperti saya bilang tadi, kalau hujan muka (raut wajah) mereka langsung berubah. Jadi saya bilang, harus didampingi, diberikan pengertian apa yang terjadi, karena mereka sebenarnya tidak sepenuhnya mengerti apa yang sedang terjadi,” katanya.(detik.com)

ADS_IMAGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here