PKUB Kemenag Gelar Dialog Moderasi Beragama dan Wawasan Multikultural di Aceh

Banda Aceh – Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kemenag RI menggelar kegiatan Pengembangan Dialog Moderasi Beragama dan Wawasan Multikultural bagi Organisasi Kemahasiswaan Lintas Agama Terdampak Covid-19 di Aceh.

Kegiatan ini diikuti 45 peserta organisasi lintas agama se-Aceh dan 5 peserta dari DKI Jakarta, dilaksanakan sejak 25 s.d 27 Februari 2021 di Hotel Kryad Muraya Banda Aceh.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Dr H Iqbal SAg MAg resmi membuka kegiatan tersebut, Kamis 25 Februari 2021.

Turut hadir pada pembukaan Kabid Bina Lembaga Kerukunan Agama, Dr Cecep Khairul Anwar, Kabag TU Drs H Amiruddin, para Kabid,  Pembimas, Kakankemenag Aceh Besar dan Banda Aceh.

Iqbal mengatakan sejak dulu tidak ada persoalan yang menyangkut kerukunan umat beragama di Serambi Mekkah. Umat Islam di Aceh, menurut Iqbal, menjunjung tinggi nilai-nilai kerukunan dan toleransi beragama.

“Yang menyangkut kerukunan kalau di Aceh sudah sangat terjaga tidak ada konflik agama di Aceh atau antar umat bergama. Barangkali hal ini dapat dibuktikan  oleh rekan-rekan  kita yang non-muslim,” kata Iqbal.

Ia menjelaskan sebagai negara yang heterogen dengan berbagai suku bangsa, etnis, agama, dan budaya, maka sudah sepatutnya seluruh masyarakat menjunjung tinggi nilai moderasi beragama.

“Moderasi beragama bukan agamanya yang dimoderatkan, melainkan cara kita beragama yang harus dimoderatkan,” katanya.

Sebab itu, Iqbal mengajak seluruh peserta untuk mensosialisasikan pesan-pesan moderasi kepada seluruh masyarakat dalam lingkungan tempat tinggalnya.

“Mahasiswa barang kali terdepan hidup di tengah masyarakat. Mohon sosialisaikan kepada masyarakat terutama tentang kerukunan umat beragama di Aceh. Sehingga sampai kapanpun kerukunan umat beragama di Aceh terjalin dengan baik,” katanya.

Ia berharap melalui kegiatan ini akan meningkatkan pelayanan moderasi beragama di Indonesia dan di Aceh khususnya.

“Kemenag punya visi dan misi mewujudkan masyarakat yang aman damai dan rukun, meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama, dan dalam rangka memantapkan kerukunan intra dan antar umat beragama,” ucapnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here