Satu Lagi Bukti Kemesraan Indonesia dan Uni Emirat Arab di Pulau Aceh

https://blog.misteraladin.com

Aceh – Kemesraan Indonesia dan Uni Emirat Arab kembali terlihat lewat pergantian nama Tol Japek menjadi nama putra mahkota UEA. Selain itu, ada kemesraan lainnya yang ada di Aceh.

Pada hari Senin (12/1), nama Tol Layang Jakarta-Cikampek diubah menjadi Jalan Layang MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed. Keputusan itu dianggap sebagai penghargaan atas peran kemanusiaan dan kontribusi luar biasa untuk negara-negara Arab dan Islam.

Pada momen istimewa itu, Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Al-Mazrouei mengatakan bahwa hubungan ekonomi antara UEA dan Indonesia telah mengalami ledakan luar biasa. Saat ini, UEA memiliki sejumlah proyek menjanjikan yang akan memperkuat hubungan bilateral menjadi hubungan strategis yang komprehensif dan berkelanjutan.

“Kami di UEA sangat ingin memastikan bahwa investasi kami berada di area yang berkontribusi dalam menyediakan infrastruktur dan layanan sehari-hari untuk membuat perbedaan bagi warga negara Indonesia dalam aktivitas sehari-harinya,” kata Al-Mazrouei dilansir detikTravel dari Arab News, Rabu (14/4/2021).

Pergantian nama itu menjadi kemesraan UEA dan Indonesia, khususnya setelah UEA juga menyematkan nama Presiden Joko Widodo menjadi jalan di Abu Dhabi. Soal itu diresmikan pada medio Oktober 2020.

Paling anyar adalah pembangunan replika Masjid Sheikh Zayed Grand Mosque Abu Dhabi di Solo. Groundbreaking alias peletakan batu pertamanya baru saja dilakukan awal Maret lalu.

Namun, awal Maret lalu Indonesia dan UEA juga sempat menjalin kemesraan lain. Dikutip detikTravel dari Antara, Pemprov Aceh yang dipimpin oleh Gubernur Nova Iriansyah bicara investasi soal pembangunan salah satu pulau di Abu Dhabi, Senin (5/4).

Kunjungan Pemprov Aceh ke Abu Dhabi, itu dilakukan terkait investasi UEA di Pulau Banyak. Di mana kunjungan itu tak lepas dari Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail.

“Kunjungan singkat kami ke Abu Dhabi dalam rangka bertemu dan dialog langsung dengan bapak Dubes RI Husain Bagis, Menteri Energi Uni Emirat Arab Suhail Mohamed Al Mazrouei dan pemilik Murban Energy Mohamed Thani Al-Rumaithi yang juga merupakan Ketua Kadin Abu Dhabi untuk menindaklanjuti kerja sama investasi, khususnya pengembangan kawasan wisata mewah di Pulau Banyak, Aceh Singkil,” ujar Nova lewat keterangan resminya.Diketahui, nilai investasi UEA di Pulau Banyak, Aceh, mencapai nominal 300-500 juta dolar AS.

Lebih lanjut, Nova dan rombongan melakukan kunjungan ke Pulau Zaya Nurai yang berjarak sekitar 40 menit dari Abu Dhabi menggunakan kapal cepat. Di sana mereka melihat langsung pulau yang dikelola oleh Murban Energy, di mana menjadi kawasan wisata marina berbasis vila yang ramai wisatawan lokal, nasional dan mancanegara.

Diketahui, pulau itu terletak di Teluk Arab yang merupakan kawasan wisata eksklusif. Traveler bisa merasakan sensasi menginap di hotel berbintang dengan segala fasilitas pendukung yang menghadap bibir pantai.

“Alam Pulau Banyak, Aceh Singkil dan sekitarnya tidak kalah dibandingkan dengan kawasan wisata Pulau Zaya Nurai,” tambah Nova.

Sebelumnya untuk mendorong percepatan rencana investasu tersebut, pemerintah Aceh melalui KBRI telah mengundang Murban unutk berkunjung ke Aceh. Berbarengan dengan penyelenggaraan kegiatan ‘Indonesia-Emirates Amazing Week (IEAW) 2021’ yang dilangsungkan pada 1-7 Maret 2021.

Kunjungan direktur eksekutif Amine Abide ke Aceh Singkil tanggal 3 Maret 2021 merupakan kunjungan keduanya.

Di Pulau Banyak Aceh Singkil, Amine meninjau langsung pulau-pulau yang dapat dipertimbangkan sebagai lokasi pengembangan kawasan wisata mewah antara Pulau Ujung Batu, Pulau Sikandang, Pulau Balong, Pulau Asok, Pulau Ragaraga, Pulau Orongan, Pulau Matahari, Pulau Tambarat dan Pulau Bangkaru.

Murban Energy kemudian menandatangani kerja sama pengembengan pariwisata Pulau Banyak dengan Pemerintah Aceh pada saat pelaksanaan IEAW pada 5 Maret lalu.(detik.com)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here