Kehadiran Pro-Abes untuk Menurunkan Angka Kemiskinan

Foto : istimewa

PRO-ABES adalah sebagai kegiatan  yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar  untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin melalui bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan usaha ekonomi mikro dan  kecil, serta program lain dalam rangka meningkatkan kegiatan ekonomi.

Strategi  Aceh  Besar sejahtera, dilakukan   untuk mengurangi  beban   pengeluaran masyarakat  miskin, Meningkatkan   kemampuan   dan  pendapatan masyarakat miskin, Mengembangkan dan  menjamin   keberlanjutan Usaha Mikro dan Kecil, dan mensinergikan   kebijakan   dan  program  penanggulangan kemiskinan.

Persoalan pemberantasan kemiskinan di Aceh, bukan hal baru, sebagaimana beberapa waktu lalu menjadi viral, saat itu Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut, jika Aceh menjadi provinsi termiskin di Pulau Sumatera.

Menurut data BPS, penduduk miskin di Aceh meningkat 19.000 orang pada September 2020. Bahkan Provinsi Aceh masuk dalam 10 besar daerah termiskin di Indonesia.

Menangani hal tersebut, Aceh Besar Jauh-jauh hari menangani hal tersebut, Bupati Aceh Besar, Ir. Mawardi Ali menyebutkan program Pro-Abes adalah untuk mengurangi angka kemiskinan, agar daerah tersebut terbebas dari kesusahan,

Buktinya, Mawardi mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbub) Aceh  Besar Nomor 58 tahun 2017 Tentang Program Aceh Besar sejahtera.

Dalam Bagian   Kedua, disebutkan, Program Aceh Besar Sejahtera, pada Pasal 4 disebutkan, : Setiap Program Aceh Besar  Sejahtera merupakan penjabaran dari    arah kebijakan  Penanggulangan kemiskinan Kabupaten  Aceh Besar  Sejahtera.

Lalu pada Pasal  5 : di sebutkan

(1) Program Aceh Besar  Sejahtera terdiri  dari  :

  • Kelompok program bantuan     sosial     terpadu      berbasis    keluarga, bertujuan        untuk    melakukan   pemenuhan   hak   dasar,    pengurangan beban  hidup,  dan  perbaikan kualitas hidup  masyarakat  miskin;
  • Kelompok program Aceh Besar    Sejahtera   berbasis  pemberdayaan masyarakat, bertujuan untuk mengembangkan potensi dan memperkuat kapasitas   kelompok  masyarakat   miskin   untuk    terlibat dalam pembangunan  yang didasarkan pada prinsip-prinsip pemberdayaan  masyarakat;
  • Kelompok program Aceh Besar Sejahtera berbasis pemberdayaan usaha ekonomi mikro dan kecil, bertujuan  untuk memberikan akses dan  penguatan  ekonomi bagi pelaku  usaha mikro dan kecil; dan
  • Program-program lainnya yang baik secara langsung ataupun   tidak langsung dapat  meningkatkan  kegiatan ekonomi dan  kesejahteraan masyarakat  miskin.

Lalu di sebutkan katagori penerima yang berhak menerima bantuan sebagaimana disebutkan pada bagian kedua yaitu :

 

(2) Penentuan    penerima   dan    sasaran      program   Aceh  Besar     Sejahtera sebagaimana dimaksud pada  ayat  (1) berdasarkan:

  • Basis Data Terpadu yang diterbitkan Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian;
  • Hasil pendataan, verifikasi dan validasi faktual  yang  dilaksanakan oleh Tim Pendampingan Program Aceh Besar  Sejahtera;  dan
  • Hasil pendataan, verifikasi dan validasi faktual   sebagaimana  tersebut pada  huruf  b ditetapkan  dengan  Keputusan Bupati.

Koordinator Bidang Humas dan SDM Pro-Abes Teddy Helvan, SE menjelaskan sekilas asal lahirnya program tersebut, Pro-Abes ini lahir pada tahun 2017, dimana angka kemiskinan sangat tinggi di Aceh Besar saat itu.

Persentasinya mencapai 16 persen lebih, sehinga bapak bupati dan wakil bupati, mendorong lahirnya lembaga ini, untuk membantu masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan, sebagaimana sesuai dengan misi dan visi pasangan Mawardi Ali – Waled Husaini.

Menurut Teddy, yang juga Keuchik Garot, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar ini, program ini mengacu kepada prgram penanggulangan kemisikinan oleh kemensos atau program Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Program Sembako dalam bentuk keuangann, dan Bansos Beras Sejahtera (Rastra).

Saat itu, tambahnya, di Aceh Besar  ada 39 ribu kepala keluarg (KK) miskin sedangkan yang sudah di tangani oleh PKH itu 17 ribu, artinya ada angka yang belum ditangani.

“Kemudian Baitul Mal ada sekitar seribuan lebih, artinya masih ada juga tersisa, dasar itulah lahir program ini, lalu di berikanlah kebijakan oleh Pak Bupati melalui perbup waktu itu Perbub 58 tahun 2017,” ujar mantan aktifis mahasiswa Aceh ini.

Setelah keluarnya Perbub itu, maka Pro-Abes menangani 5.000, atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dana tersebut di ambil dari APBK Aceh Besar, tentunya mempunyai syarat- syarat tertentu. Sisanya masih belum tertangani.

“Bantuan ini, ditujukan kepada keluarga yang hidup dibawah garis kemiskinan, dan sejauh yang sudah kita tinjau, semuanya tepat sasaran,” ujarnya.

Ketika ditanya apa saja yang di berikan Pro-Abes, menurutnya, adalah dalam bentuk bantuan tunai,  untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga,  mareka di berikan sejumlah Rp. 1.800.000 yang di salurkan dalam tiga tahap selama setahun.

“Jadi dalam setahun Pemkab Aceh Besar menggangarkan dana sebesar Rp. 9 Milyar,” kita harapkan dana tersebut benar – benardi manfaatkan dengan baik,”terangnya.

Sementara Bupati Aceh Besar Mawardi Ali mengatakan. upaya penanggulangan kemiskinan oleh Pemkab Aceh Besar diwujudkan dengan dikeluarkannya Peraturan Bupati Nomor 58 Tahun 2017 tentang Program Aceh Besar Sejahtera (Pro-Abes)

“Pro-Abes bertujuan untuk mensinergikan penanggulangan kemiskinan lintas sektor di Aceh Besar dan terintegrasi dengan program nasional yaitu PKH,” kata Mawardi Ali.

Bupati juga membentuk Tim Pendampingan Program Aceh Besar Sejahtera (TP2-ABES} yang terdiri atas penanggung jawab, penasehat, koordinator dan pelaksana.

Tim ini bertugas menyusun kebijakan dan Pro-Abes, melakukan pendataan, verifikasi, dan validasi data masyarakat penerima bantuan Pro-Abes, melakukan sinergi melalui singkronisasi, harmonisasi, dan integrasi program- progam penanggulangan kemiskinan di dinas terkait, serta melakukan pengawasan dan pengendalian pelaksanaan program dan kegiatan Program Aceh Besar Sejahtera

“Semua pihak diharapkan dapat mengawasi Pro-Abes agar terlaksana dengan baik, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat serta penurunan angka kemiskinan di Aceh Besar dapat tercapai,” demikian Mawardi yang juga Ketua PAN Aceh ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here