Gagasan Mensemuakan Partai Politik Islam di Aceh

Oleh : Tuanku Muhammad, M. Ag.

Tuanku Muhammad, M. Ag.

Aceh sebagai sebuah provinsi paling ujung barat Indonesia telah memiliki sejarah panjang dalam menjalankan kehidupan sosial masyarakatnya berdasarkan nilai-nilai Islam yang kaffah. Di masa dulu, pemerintahan Aceh  berbentuk kerajaan Aceh Darussalam yang tata kelola segala pemerintahannya berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.

Sebab itu, tak heran jika dalam tradisi adat dan budaya  orang Aceh sangat kental dengan hal yang berwujud Islam.

Jika sudah mengatakan Aceh sudah tentu Islam dan sangat sulit untuk menggambarkan selain Islam.

Hingga sekarang pola hidup Islam masih sangat kental di dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh. Sebagai satu-satunya provinsi di Indonesia yang diberi kewenangan untuk menjalankan syariat Islam seluas-luasnya sudah tentu banyak hal khusus yang hanya dimiliki Aceh dan tak dimiliki provinsi lain.

Salah satu yang kondisi terbaru dalam hal ekonomi adalah diwajibkan berbentuk syariah semua Bank yang ada di Aceh serta lembaga keuangan lainnya dan juga unit bisnis seperti pengkreditan. Sehingga semua bank konvensional untuk saat ini tidak boleh ada lagi di Aceh.

Tentu keberhasilan ini haruslah disyukuri oleh seluruh rakyat Aceh. Tidaklah mudah mewujudkan totalitas bank syariah berada di sebuah provinsi di Indonesia, mengingat Indonesia bukanlah negara Islam tapi negara mayoritas Islam. Tapi Aceh untuk saat ini sudah berhasil mewujudkannya.

Dengan keberhasilan ini maka sudah tiga pondasi yang berhasil menuju totalitas Islam yaitu hukum, pendidikan dan ekonomi. Meskipun memang ketiga hal ini masih perlu perbaikan di sana-sini untuk menuju kesempurnaan.

Selepas keberhasilan ini, salah satu pondasi yang harus dicoba untuk menuju totalitas Islam adalah pondasi politik. Politik di Aceh kedepan haruslah politik Islam yaitu politik yang berlandaskan Islam dan benar-benar segala tujuannya berpolitik adalah untuk kemajuan Aceh dengan menggunakan nilai-nilai politik Islam. Berbicara politik maka sudah tentu berbicara Partai Politik sebagai perwujudan tertinggi dari sebuah politik.

Sebab itu, tidaklah salah jika selepas keberhasilan mensyariahkan seluruh Bank di Aceh juga akan diikuti kedepan dengan wacana seluruh partai politik di Aceh wajib memiliki visi dan misi yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Jika tidak mampu mengikuti ini maka dilarang untuk berpartisipasi dalam pemilu di Aceh.

Jika ini berhasil, maka akan semakin kuatlah Islam di Aceh meskipun sangat banyak diluar sana dan di dalam sini para musuh yang siap mengganggu warisan cita-cita besar yang mulia ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here