Pensus Gubernur Dukung Kadisdik Aceh Terkait Ultimatum Vaksinasi, Pemimpin Itu Harus Tegas

Penasehat Khusus Gubernur Aceh Bidang Pendidikan, Fauzan Azima/istimewa

BANDA ACEH – Pernyataan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Drs Alhudri MM yang mengultimatum kepala sekolah SMA, SMK dan SLB, jika tidak mampu agar mundur dari jabatannya menjadi pro kontra.

Namun demikkian sikap Alhuddri tersebut mendapat dukungan dan apresiasi dari Penasihat Khusus (Pensus) Gubernur Aceh Bidang Pendidikan, Fauzan Azima.

Alasan mantan Kadis Sosia, Alhudri karena, persoalan vaksin adalah persoalan serius bahkan Presiden Joko Widodo turun ke Aceh secara khusus hanya untuk meninjau pelaksanaan vaksinasi di Aceh.

Menurut Fauzan, dalam kondisi seperti saat ini pemimpin itu memang harus tegas. Terutama kepada staf di bawah lingkungan kerjanya menurut kewenangannya.

Ketegasan untuk keselamatan banyak orang adalah bentuk tanggung jawab seorang pemimpin.

“Kita patut apresiasi atas pernyataan sikap tegas Kadis pendidikan Aceh, Drs. Alhudri, MM, bagi Kepala Sekolah yang tidak mampu mengendalikan vaksinasi di sekolahnya patut dievaluasi,” kata Fauzan, Senin, (20/9/2021).

Fauzan menuturkan, pernyataan tegas itu, adalah ungkapan kasih sayang kepada warga sekolah setelah  berkeliling ke seluruh Aceh untuk melihat dan mengecek langsung kesiapan siswa dan siswi ke sekolah.

“Beberapa sekolah bahkan ada yang gurunya yang belum divaksin,” ungkap Fauzan.

Jika pun setiap warga sekolah ditanya nuraninya, mereka pasti ingin tatap muka sebagai mana sebelum pandemi Covid-19 melanda dunia. Tentu saja peluang itu ada dengan adanya vaksinasi.

“Vaksinasi itu adalah “sekoci” bagi kita saat ini. Kapal sudah akan tenggelam, maka untuk keselamatan kita mencari pelampung dan sekoci agar semua kita selamat,” tutur Fauzan.

Oleh karena itu, katanya, siapa pun pejabat harus bertanggung jawab di lingkungan kerjanya. Bukan warga sekolah tidak mau vaksin, tetapi tidak faham. Diksi di lapangan kenyataan kadang berbeda dengan diskusi kita di meja kantor.

Sebagai mana kata Sekda Aceh, Taqwallah pada setiap pertemuan dengan pejabat-pejabat di daerah soal vaksin; dari sepuluh orang, tiga orang pasti mau, empat orang ragu-ragu dan tiga orang menolak dengan alasan beragam.

“Oleh karena itu peran wali kelas sangat diperlukan untuk mensukseskan vaksin di seluruh Aceh,” tutur Fauzan Azima mengutip Sekda Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here