STIKES Muhammadiyah Aceh Lakukan PKM Untuk PemberdayaanKader

Pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh ibu hayati dan beranggotakan Ibu Eulisa dan Ibu Eva juga beberapa mahasiswi STIKes Muhammadiyah aceh. Adapun pembiayaan kegiatan ini diperoleh dari dana hibah RISETMu yang telah melewati tahapan seleksi.

BANDA ACEH – Prevalensi Stunting di Provensi Aceh pada tahun 2020 mengalami peningkatan sebanyak 10,9% dibandingkan pada tahun 2019 sebanyak 7%.

Pencegahan stuntung menjadi tanggung jawab bersama. Terjaminnya ketahanan pangan keluarga memerlukan perhatian dari seluruh masyarakat yang memiliki peranan penting dalam melaksanakan intervensi efektif untuk menurunkan prevalensi balita stunting. Selain pemberian edukasi gizi secara terus-menerus,

Maka upaya lain yang dapat dilakukan yaitu melibatkan dan mengerakan tokoh ataupun organisasi masyarakat seperti organisasi Aisyiyah.

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) STIKES Muhammadiyah Aceh  melakukan kegiatan “Pemberdayaan Kader `Aisyiyah Kota Banda Aceh dalam Inovasi Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal Sebagi Model Intervensi Stunting” .

Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan selam 8 bulan dengan melibatkan kader Aisyiyah Kota Banda Aceh yang berjumlah 20 orang.

Metode pendekatan atau solusi yang ditawarkan dalam program ini yaitu sosialisasi dan diskusi serta pendampingan penyajian kreasi menu makanan berbasis pangan lokal antara lain: pepes teri jantung pisang, nugget tempe, Abon pepaya muda dan Puding lumut daun katuk.

Ketua STKES Dra Hj Eulisa Fajriana, M. Kes

Ketua Stikes mengatakan, sebelumnya upaya pencegahan stunting juga telah dilakukan dengan melibatkan kader Aisyiyah di Provinsi Aceh pada tahun 2019 melalui Gerakan Aisyiyah Sehat (GRASS) yang merupakan kegiatan penyuluhan pada kader `Aisyiyah.

Dengan adanya kegiatan ini diharapakan para kader Aisyiyah Kota Banda Aceh dapat menjadi contoh kader teladan yang peduli tentang gizi balita bahkan pengerak wirausaha mandiri dalam memproduksi inovasi olahan makanan tambahan berbasis pangan local untuk menunjang sumber ekonomi keluarga.

Kegiatan penyuluhan ini disampaikan oleh tiga nara sumber dengan tema Konsep Gizi seimbang bagi balita disampaikan oleh Ibu Eulisa Fajriana, Gizi dalam persfektif Islam disampaikan oleh Ibu Hayati dan Pemanfaatan pangan lokal untuk inovasi makanan tambahan pada balita dalam upaya pemberantasan stunting yang  disampaikan Bu eva

Kegiatan lanjutan dari PKM ini berupa  pendampingan penyajian kreasi menu makanan berbasis pangan lokal

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here