Ini Catatan dan Saran Fraksi PKS Terkait 3 Rancangan Qanun Kabupaten Aceh Besar

ACEH BESARFraksi PKS DPRK Aceh Besar menyampaikan sejumlah catatan dan saran dalam pemandangan umumnya terkait tiga Rancangan Qanun (Raqan) yang akan disahkan menjadi Qanun yang rencananya akan dilakukan Jumat (31/12/2021).besok

Adapun Ketiga qanun tersebut adalah Raqan Sistem Pendidikan Terpadu dan Raqan Satu Gampong Satu Hafizh serta Raqan Penyertaam Modal pada Bank Aceh Syariah.

Hal tersebut dikatakan Ketua Fraksi PKS DPRK Aceh Besar, Ruslan Effendi, S.Hi pada rapat paripurna ke 3 masa persidangan ke II tahun sidang 2021-2022 dengan agenda penyampaian pemandangan umum Fraksi – Fraksi DPRK Aceh Besar terhadap Rancangan Qanun-Qanun Kabupaten Aceh Besar Tahun 2021 di Gedung DPRK setempat, Kota Jantho, Kamis (30/12/2021).

Berikut bunyi lengkap pemandangan umum Fraksi PKS DPRK Aceh Besar terhadap Raqan Sistem Pendidikan Terpadu dan Raqan Satu Gampong Satu Hafizh serta Raqan Penyertaam Modal pada Bank Aceh Syariah.

Pertama, Fraksi PKS pada prinsipnya sangat sependapat dan mendukung penuh terhadap tiga Rancangan Qanun ini serta memberikan apresiasi kepada Pemkab Aceh Besar atas keseriusan dan kepeduliannya terhadap penerapan syariat islam di Aceh Besar khususnya dalam meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan dibidang agama.

Namun demikian, Fraksi PKS mengharapkan pengesahan Raqan Sistem Pendidikan Terpadu (SPT) dan Raqan Satu Gampong Satu Hafizh menjadi Qanun tentunya sudah dilakukan kajian dengan mendalam dan konprehensif.

Artinya, Fraksi PKS mengharapkan pengesahan khususnya Raqan Sistem Pendidikan Terpadu dan Raqan Satu Gampong Satu Hafizh telah melalui proses yang matang terutama dalam melibatkan seluruh Stekholder sehingga menghasilkan Raqan yang betul-betul berkualitas dan bermanfaat.

Kita mengharapkan jangan sampai pengesahan Qanun ini hanya menambah koleksi Qanun Aceh Besar saja, namun yang lebih penting adalah bagaimana menerapkannya dan akan bemberikan dampak nyata seperti harapan Bupati Aceh Besar, Bpk Mawardi Ali dan harapan kita semua, yakni meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan, kemampuan teknologi dan menerapkan budi pekerti yang baik serta berakhlak santun dikalangan pelajar.

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah sudah dilakukan diskusi dengan pakar terkait nama, misal kalau Terpadu/Terintegrasi sehingga nantinya tidak akan dikotomi terutama dalam memisahkan antara pelajaran umum dengan palajar agama. Poin ini harus betul-betul diperhatikan.

Disisi lain, Pemkab Aceh Besar terutama dinas terkait juga harus berkerja keras dalam menyiapkan SDM guru yang handal sehingga memiliki guru yang berkemampuan khusus yang pada akhirnya setelah Raqan ini disahkan betul-betul memberikan manfaat bagi seluruh pelajar Aceh Besar.

Selain itu, Fraksi PKS juga mengharapkan penerapan Qanun ini dilakukan secara bertahap minimal diberlakukan satu sekolah dalam satu kecamatan serta di beberapa sekolah sebagai pilot project.

Kedua, mengenai Rancangan Qanun (Raqan) Satu Gampong Satu Hafid. Sebenarnya, Raqan ini telah menjadi atensi khusus Fraksi PKS Aceh Besar, selain karena memang sangat dibutuhkan untuk menjawab tantangan zaman, Raqan ini diharapkan dapat menjawab keinginan kita sebagai orang tua untuk menjadikan anak-anak kita yang Qurani.

Namun demikian, lagi-lagi soal implementasinya. Tentunya, Fraksi PKS mengharapkan ada aturan khusus untuk penerapan Qanun ini bila sudah disahkan. Misal, lintas sektor dilibatkan mulai dari jajaran Pemkab Aceh Besar hingga aparatur gampong.

Selain itu, dalam penerapan Qanun ini nantinya harus bersinergis dengan lembaga-lembaga hafiz quran yang telah ada di Aceh Besar. Dimana, lembaga-lembaga swasta itu telah banyak melahirkan imam-imam yang berkualitas hingga diminati bahkan dari luar negeri.

Kemudian, Fraksi PKS melihat Raqan ini sangat fundamental mengingat saat ini gampong-gampong sudah mulai kekurangan imam, kita harus menerima fakta bahwa ada gampong yang harus meminta imam dari gampong lain.

Semoga ini menjadi jawaban kita semua dalam menghasilkan lebih banyak imam-imam berkualitas dan bisa mengharumkan nama Aceh Besar yang dari dulu kala dikenal sebagai tanah para aulia.

Ketiga, Terkait Raqan Penyertaan Modal pada Bank Aceh Syariah. Kami Fraksi PKS ingin mengetahui selama ini bagaimana sistem dan mekanisme penyertaan modal untuk Bank Aceh Syariah.

Ini penting untuk diketahui karena sebelum ada Raqan ini kita juga telah menyetor modalnya untuk Bank Aceh syariah. Lantas apa manfaatnya untuk Aceh Besar? Untuk pemerintah nya apa? Untuk rakyatnya apa? Jangan sampai manfaatnya masih untuk kalangan terbatas saja, padahal dalam penyertaan modalnya menggunakan uang rakyat.

Kita mengharapkan kedepan harus jelas apa kontribusi Bank Aceh untuk Aceh Besar, dimana disaat kita minus pendapatan karena pandemi covid-19 diharuskan menambah untuk menyetor modal. Bank Aceh juga ingin enaknya saja, ketika ingin butuh modal meharuskan kabupaten/kota menyetornya namun tidak dibarengi dalam memberikan pelayanan prima untuk masyarakat.

Dengan istilah lain, Bank Aceh jangan mengejar profitnya saja tanpa memperhatikan pertumbuhan UMKM terutama dalam memberikan modal atau pembiayaan secara lunak. Ini penting sebagai upaya meningkatkan lapangan kerja dan pendapatan ekonomi warga.

Fraksi PKS mengharapkan Pemkab Aceh Besar harus meminta komitmennya pada Bank Aceh sebagai bentuk timbal balik kita telah menyetor modalnya. Jangan sampai kita telah menyetor modal namun diberikan kredit kepada kita lagi dengan bunga tinggi. Ini harus menjadi atensi kita semua terutama Pemkab Aceh Besar.

Selain itu, kontribusi Bank Aceh Syariah juga harus jelas dalam menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pemberian CSR. Kami melihat Aceh Besar dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir sering terjadi bencana alam namun tidak ada CSR yang diberikan Bank Aceh. Patut kita pertanyakan kemana dan berapa jumlah CSR yang diberikan Bank Aceh Syariah untuk Aceh Besar.

Lembaran pemandangan umum Fraksi PKS DPRK Aceh Besar turut ditandatangani oleh Ketua Fraksi, Ruslan Effendi, S.HI, Sekretaris Eka Rizkina, S.Pd, Wakil Ketua Hanifullah, S.Pd.I dan dua anggotanya Zulfikar Aziz, SE serta Mursalin, S.HI.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here