SDM Polri: Peningkatan Pelayanan Polri yang Responsif Gender

Jakarta – Asisten Sumber Daya Manusia (SDM) Kapolri, Irjen. Pol. Drs. Wahyu Widada, M.Phil mengatakan pentingnya peningkatan pelayanan Polri yang responsif gender.

“Hal ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan polisi dalam menangani kasus kekerasan seksual,” hal ini di katakan Irjen. Pol. Drs. Wahyu Widada, di hadapan 3.200 peserta dalam webinar “Peningkatan Pelayanan Polri yang Responsif Gender “dilaksanakan selama dua hari di Jakarta. Kamis (20/1/2022).

Menurut mantan mantan Kapolda Aceh, pada tahun 2021 hingga bulan November saja, terdapat 861 kasus perkosaan, 3.647 kasus pencabulan, 5.194 kekerasan dalam rumah tangga, dan 5.018 kasus terkait perlindungan anak yang dilaporkan.

“Hal ini tentunya menjadi miris karena Indonesia masih jauh dari kategori negara yang ramah akan perlindungan anak dan perempuan.”ujarnya.

Di hadapan peserta baik secara offline maupun online, Wahyu mengatakan bahwa dalam menanggapi meningkatnya tren kasus kekerasan pada perempuan dan anak, Polri perlu mempersiapkan dan membenahi diri.

“Peningkatan kualitas pelayanan kepolisian harus terus dilakukan sehingga peran Polwan menjadi sentral, dengan jumlah kasus yang semakin meningkat diharapkan Polri dapat terus berbenah” ujar Wahyu.

Sebagai bagian penting dari Polri, menguatkan peran Polwan berarti meningkatkan pelayanan terhadap kasus kekerasan pada perempuan dan anak yang lebih efektif. Harapannya, peningkatan perspektif penyidik dapat memberikan pelayanan yang berpihak pada korban.

Webinar ini dihadiri Polwan seluruh Indonesia, perwakilan dari TNI, dan beberapa lembaga lainnya. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati secara virtual.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here