Proses Hukum Oknum TNI Penimbun Solar di Aceh Diserahkan ke Denpom

Polres Nagan Raya membongkar praktik penimbunan BBM jenis solar subsidi. Ilustrasi Foto: ANTARA/Aditya Rohman

BANDA ACEH – Polda Aceh masih menyelidiki dugaan penimbunan solar bersubsidi di Aceh Besar yang melibatkan oknum TNI. Polisi menyerahkan proses hukum oknum TNI itu ke polisi militer.

“Kami limpahkan ke Denpom (Detasemen Polisi Militer) Iskandar Muda,” kata Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Sony Sonjaya kepada detikSumut, Sabtu (16/4/2022).

Oknum TNI diduga pemilik solar yang ditimbun itu berinisial SP. Pengungkapan kasus itu berawal dari kecurigaan polisi terkait keberadaan satu mobil yang diduga menggunakan pelat palsu.

Mobil yang dikemudikan MH (30) saat itu hendak mengisi BBM di salah satu SPBU di Aceh Besar. Setelah diperiksa, tangki mobil itu ternyata telah dimodifikasi untuk mengangkut BBM bersubsidi.

Setelah dilakukan pengembangan, kata Sony, polisi juga menemukan 1.500 liter solar yang disimpan di satu gudang. Minyak itu dimasukkan dalam tangki fiber.

“Diduga minyak tersebut milik SP yang merupakan oknum TNI,” jelas Sony.

Dia menyebutkan, polisi telah menyita mobil yang dipakai untuk mengangkut BBM tersebut. “Kita juga memeriksa sopir dan pemilik BBM tersebut,” ujar Sony.

Diberitakan sebelumnya, polisi membongkar kasus penimbunan solar bersubsidi dengan modus tangki modifikasi di sejumlah daerah di Aceh. Salah satu pemilik minyak tersebut diduga oknum TNI.

“Kasus penimbunan terjadi di Aceh Besar, Aceh Selatan, dan Banda Aceh. Sejumlah orang kita amankan terkait ini,” kata Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Sony Sonjaya, Jumat kemarin.

Kasus pertama diungkap polisi terjadi di kawasan Aceh Besar. Kasus bermula saat polisi mencurigai keberadaan mobil Toyota Innova yang diduga menggunakan pelat palsu, Rabu (13/4).

Setelah diperiksa, diketahui mobil yang dikemudikan MH (30) tersebut menggunakan tangki modifikasi untuk mengangkut solar. Dalam pemeriksaan, dia mengaku BBM tersebut dibawa ke salah satu gudang di kawasan Aceh Besar.

“Di gudang tersebut kita menemukan 1.500 liter BBM bersubsidi yang disimpan dalam tangki fiber. Diduga minyak tersebut milik SP yang merupakan oknum TNI,” jelas Sony.

Barang bukti minyak dan mobil tersebut kemudian dibawa ke Polda Aceh. Polisi juga telah memeriksa pemilik serta pengangkut minyak tersebut.

Sumber : detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here